Korupsi Chip Rp 4,7 Triliun Tetangga RI, Komisi Korupsi Turun Tangan

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Florence Lo

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga antikorupsi Malaysia menyelidiki dugaan korupsi dan penipuan dalam kesepakatan teknologi bernilai 1,1 miliar ringgit atau sekitar Rp 4,7 triliun antara pemerintah Malaysia dan perusahaan desain chip asal Inggris, Arm Holdings.

Kepala Malaysian Anti-Corruption Commission, Azam Baki, mengatakan pihaknya tengah menelusuri kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan, penipuan, serta persoalan tata kelola dalam kesepakatan tersebut.

"Kami akan menyelidiki masalah ini secara adil dan profesional," ujar Azam, dikutip dari Reuters, Kamis (5/3/2026).


Ia mengungkapkan, sejauh ini 12 orang telah dipanggil untuk dimintai keterangan, termasuk seorang mantan menteri serta sejumlah pejabat dari kementerian ekonomi dan lembaga investasi pemerintah Malaysia.

Selain kesepakatan dengan Arm, lembaga antikorupsi juga sedang meneliti rencana akuisisi perusahaan konstruksi IJM Corporation Berhad oleh konglomerat lokal Sunway Group. Sebagai informasi, pemerintah Malaysia sebelumnya mengumumkan kesepakatan dengan Arm pada Maret 2025.

Pilihan Redaksi
  • HP Android dan iPhone Bakal Berubah Drastis Gegara Ini
  • Laptop MacBook Turun Harga Mulai Rp 10 Jutaan, Baru Rilis
  • China Makin Tak Butuh Amerika, Bikin Gebrakan Baru

Dalam perjanjian tersebut, pemerintah akan membayar US$250 juta selama 10 tahun untuk memperoleh desain chip Arm yang nantinya dapat digunakan oleh produsen semikonduktor lokal.

Arm adalah perusahaan desain semikonduktor asal Inggris. Indonesia juga baru menandatangani kesepakatan dengan Arm melalui Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara).

Dalam kerja sama ini, pemerintah akan mengembangkan enam desain chip berbasis intellectual property (IP) yang kepemilikannya berada di tangan Indonesia. Fokusnya mencakup sejumlah sektor strategis.

Enam ini merupakan IP yang bisa dipilih, seperti teknologi otomotif, Internet of Things (IoT), terkait dengan data center, home appliances, kemudian soal futuristic, terutama autonomous vehicle, dan quantum computing.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: AI Bikin Biaya Cloud Melonjak, Efisiensi Bisnis Jadi Terganggu?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Jatim Gelar Operasi Pasar di Lamongan, Ini Daftar Sembako Murahnya
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Garage Day Surabaya 2026, Momen Berbagi dan Peduli kepada Keluarga Prasejahtera di Bulan Ramadan
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Novak Djokovic Siap Tampil di Indian Wells Setelah Final Australian Open 2026
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Pemerintah Pastikan Standarisasi Layanan Haji, Mulai dari Katering hingga Hotel di Arab Saudi
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Polri: Tindak Pidana Judi Online Rugikan Tatanan Ekonomi Nasional
• 10 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.