Dari Makassar untuk Indonesia Timur: Unhas Bangun Pusat Uji Klinis, Harapan Baru Inovasi Obat Nasional

terkini.id
18 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar — Di tengah geliat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan di Indonesia, Universitas Hasanuddin (Unhas) menorehkan langkah penting dengan meresmikan Clinical Research Unit (CRU) di Rumah Sakit Pendidikan Unhas.

Fasilitas ini menjadi simbol harapan baru bagi penguatan riset klinis, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Peresmian CRU dilakukan langsung oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., dalam kunjungan kerja yang berlangsung di kampus Unhas, Kamis (6/3).

Bagi dunia penelitian kesehatan, CRU bukan sekadar ruang laboratorium. Fasilitas ini merupakan pusat penelitian yang memungkinkan dilakukannya uji klinis obat, vaksin, maupun produk kesehatan pada manusia secara terstandar dan beretika.

Di tempat inilah berbagai inovasi medis diuji sebelum akhirnya dapat digunakan secara luas oleh masyarakat.

Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa kehadiran CRU menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem riset klinis di lingkungan universitas. Menurutnya, fasilitas tersebut akan menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai fakultas yang terlibat dalam penelitian kesehatan.

“Fasilitas ini akan beroperasi secara penuh di bawah koordinasi rumah sakit dan dimanfaatkan bersama oleh fakultas-fakultas terkait. Kehadiran CRU diharapkan dapat mendukung pengembangan riset klinis yang lebih terintegrasi,” ujarnya.

Bagi Unhas, langkah ini juga merupakan upaya memperkuat posisi kampus sebagai pusat riset kesehatan di kawasan timur Indonesia.

Dengan dukungan fasilitas yang memadai, para peneliti memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, menilai peresmian CRU di Unhas sebagai momentum penting bagi pemerataan pengembangan riset klinis di Indonesia. Selama ini, fasilitas serupa masih banyak terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Ia menyebutkan bahwa saat ini hanya terdapat sekitar lima Clinical Research Unit yang beroperasi di wilayah tersebut. Kehadiran CRU di Makassar, menurutnya, menjadi bukti bahwa Indonesia timur juga memiliki kapasitas yang kuat dalam pengembangan penelitian kesehatan.

“Hari ini menjadi pembuktian bahwa Makassar, khususnya Unhas, juga mampu memiliki fasilitas penelitian klinis seperti ini. Ini merupakan awal yang sangat baik,” kata Taruna Ikrar.

Lebih jauh, ia berharap kehadiran CRU dapat mendorong lahirnya lebih banyak penelitian klinis dari kawasan timur Indonesia. Dengan demikian, pengembangan obat baru maupun inovasi produk kesehatan tidak lagi terpusat hanya di beberapa kota besar di Pulau Jawa.

Selain memperkuat riset, langkah ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan industri kesehatan.

BPOM mendorong adanya kemitraan berkelanjutan yang mampu mempercepat proses inovasi sekaligus memastikan keamanan dan kualitas produk kesehatan.

“Kami bersama industri akan menjalin kolaborasi melalui penandatanganan nota kesepahaman. Ini menjadi awal yang baik untuk mendorong pengembangan riset klinis dan inovasi produk kesehatan di Indonesia,” tambahnya.

Komitmen kolaborasi tersebut langsung diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Hasanuddin dan perusahaan kosmetik Nose Herbal Indo.

Perusahaan ini dikenal sebagai penyedia layanan maklon kosmetik yang bergerak di bidang manufaktur serta pengembangan produk kecantikan.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat riset akademik, tetapi juga mendorong hilirisasi hasil penelitian menjadi produk kesehatan dan kosmetik yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

Dengan hadirnya Clinical Research Unit, Unhas kini membuka lembaran baru dalam perjalanan riset kesehatan di Indonesia timur.

Dari Makassar, lahir harapan bahwa inovasi obat, vaksin, dan produk kesehatan masa depan dapat tumbuh dari kolaborasi antara ilmuwan, rumah sakit, dan industri untuk kesehatan masyarakat yang lebih baik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mediasi Deadlock, Azizah Salsha Tutup Pintu Damai: Bigmo dan Resbob Resmi Jadi Tersangka
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Sidang Kasus Chromebook, Saksi Sebut Alami Kerugian 
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Menhub Proyeksi 143,9 Juta Orang Mudik Lebaran 2026, Mobil Jadi Moda Favorit
• 5 menit lalukumparan.com
thumb
Hati-hati Kurang Pemanasan Saat Olahraga Bisa Meningkatkan Risiko Nyeri Otot dan Cedera
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Update Informasi Terkini Cuaca Jakarta Hari Jumat, 6 Maret 2026: Waspada Hujan Deras!
• 22 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.