Menhub Proyeksi 143,9 Juta Orang Mudik Lebaran 2026, Mobil Jadi Moda Favorit

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memprediksi sebanyak 143,9 juta orang bakal melakukan perjalanan mudik pada periode Lebaran 2026. Menurutnya, angka 143,9 juta diperoleh dari hasil survei potensi pergerakan masyarakat selama musim mudik tahun ini.

"Pada survei tahun ini (Lebaran 2026), jumlah masyarakat yang akan melakukan pergerakan sebesar 143,9 juta," kata Dudy Purwagandhi saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (6/3).

Meski jumlah tahun ini lebih rendah 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya, pemerintah tetap menyiapkan berbagai antisipasi. Hal ini karena pengalaman sebelumnya menunjukkan realisasi pergerakan masyarakat kerap melampaui hasil survei.

"Kalau dihadapkan dengan survei, memang ada penurunan sebesar 1,75 persen, namun kami bagaimana pengalaman sebelumnya, bahwa ada lonjakan antara survei dan realisasi, maka kami harus mengantisipasi apabila ternyata timbul lonjakan dengan angka yang berbeda dari survei tersebut," katanya.

Menurut Dudy, sebagian besar masyarakat melakukan perjalanan untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman.

Berdasarkan paparan Dudy, lima provinsi dengan jumlah pemudik terbanyak berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten.

"Jadi ada lima besar memang ada banyak, kami urutkan berdasarkan jumlahnya, namun yang lima besar jumlah provinsi asal itu jumlah yang terbanyak di antaranya Jawa Barat, DKI, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten. Itulah asal provinsi dari masyarakat yang akan melakukan pergerakan," jelas Dudy.

Sementara itu, tujuan mudik paling banyak berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Sulawesi Selatan.

Jika dilihat lebih rinci berdasarkan kota, wilayah dengan jumlah pemudik terbanyak yang menjadi titik keberangkatan adalah Jakarta Timur, Bogor, Bekasi, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat.

Sedangkan kota tujuan utama para pemudik antara lain Kebumen, Yogyakarta, Surabaya, Banyumas, dan Bandung.

"Dengan kota tujuan lima besarnya kami mencatat adalah Kebumen, Yogyakarta, Surabaya, Banyumas, dan Bandung," paparnya.

Selain perjalanan antarprovinsi, sejumlah destinasi wisata di sekitar Jabodetabek juga diperkirakan dipadati pengunjung selama libur Lebaran, seperti Puncak Bogor. "Kabupaten Bogor dengan tujuan Cianjur, Puncak menjadi salah satu kegiatan yang favorit," ungkap Dudy.

Dari sisi moda transportasi, Dudy menyebut, mobil pribadi menjadi pilihan utama masyarakat dengan porsi mencapai sekitar 52,68 persen. Setelah itu diikuti oleh sepeda motor dan bus.

"Moda transportasi yang digunakan oleh masyarakat ternyata yang paling besar adalah penggunaan kendaraan pribadi mobil sekitar 52,68 persen, disusul dengan motor dan bus, kemudian kapal penyeberangan, pesawat, dan seterusnya kereta api," ucap dia.

Untuk jalur perjalanan, pemudik yang menggunakan mobil diperkirakan bakal memanfaatkan sejumlah ruas jalan utama seperti jalan tol Trans Jawa dan Trans Sumatra, serta jalur arteri di Pulau Jawa.

"Adapun pilihan jalur masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi atau mobil pribadi sebagai besar adalah akan menggunakan jalan tol, jalan tol Trans Jawa, kemudian Trans Sumatra, kemudian juga ada jalur lintas Tengah Jawa, jalur lintas Utara, Pantura, dan jalur lintas Selatan. Mereka juga menuju arah Bogor, Puncak," kata Dudy.

Soroti Harga Tiket Pesawat Naik Tiap Lebaran

Lebih lanjut, Menhub Dudy mengatakan tarif pesawat memang selalu menjadi isu yang muncul setiap musim liburan, khususnya saat arus mudik Lebaran.

Katanya, kenaikan harga tiket sebenarnya mengikuti mekanisme pasar. Ketika permintaan perjalanan meningkat tajam sementara jumlah kursi penerbangan terbatas, harga tiket secara otomatis terdorong naik.

"Dan kalau dari saya ingin menyampaikan bahwa memang kalau peak season, ini sebenarnya rumus ekonomi gitu ya. Ketika ada high demand kemudian supply kendaraan-kendaraan sedikit, berarti harganya pasti naik," ujar Dudy.

Dia melanjutkan kondisi tersebut tak hanya terjadi pada masa Lebaran, tetapi juga pada berbagai periode libur panjang atau acara besar yang memicu lonjakan perjalanan masyarakat.

Meski demikian, kata dia, pemerintah berupaya menekan dampak kenaikan harga melalui berbagai kebijakan stimulus agar masyarakat tetap bisa mendapatkan tiket dengan harga yang lebih terjangkau. Seperti diskon tiket pesawat 17-18 persen pada masa Lebaran tahun ini.

"Jadi pemerintah berupaya supaya masyarakat dapat membeli tiket dengan harga yang terjangkau. Ini yang terus-menerus dilakukan oleh pemerintah supaya bisa membantu masyarakat," papar dia.

Selain itu, Menhub Dudy juga mendorong maskapai menambah penerbangan tambahan atau extra flight pada rute-rute yang mengalami lonjakan permintaan.

"Kami menyikapinya dengan melakukan penambahan extra flight. Jadi kami mencoba memetakan bagaimana permintaannya di rute-rute tertentu, apabila dibutuhkan, maka extra flight itu akan diberikan," ungkap Dudy.

Dengan tambahan penerbangan, pemerintah berharap jumlah kursi pesawat yang tersedia bisa meningkat sehingga mampu mengakomodasi lebih banyak penumpang.

Meski demikian, Dudy saat ini belum mengambil langkah perubahan kebijakan tarif karena masih mempertimbangkan keluhan masyarakat mengenai harga tiket pesawat.

"Kondisinya sekarang belum dilakukan saja, masyarakat banyak yang mengeluhkan mengenai tarif pesawat," jelas dia.

Di sisi lain, keterbatasan jumlah pesawat juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi harga tiket. Menurut Dudy, jumlah armada pesawat di Indonesia hingga kini belum sepenuhnya pulih seperti sebelum pandemi COVID-19.

Sebelum pandemi, jumlah pesawat yang beroperasi di Indonesia mencapai sekitar 700 unit. Namun saat ini jumlahnya sekitar setengah dari angka tersebut.

"Jadi pada saat sebelum COVID-19 itu pesawat sampai berapa? 700 (unit), sekarang yang tersedia setengahnya," ungkapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diduga Hanyut di Sungai Bilareng, Tim SAR Gabungan Masih Mencari Lansia Dg Patiha di Gowa
• 13 jam laluterkini.id
thumb
Driver Ojol Terima BHR, Nilainya Tembus Rp1,6 Juta
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
DPR Sebut Penurunan Anggaran Perpusnas Berisiko Lemahkan Literasi Nasional
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Pramono: Panic Buying BBM Tak Akan Terjadi di Jakarta!
• 6 jam laluokezone.com
thumb
IHSG Sepekan Anjlok 7,89%, Kapitalisasi Pasar Bursa Menguap Rp1.160 Triliun
• 2 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.