Pencegahan stunting masih menjadi perhatian besar di Indonesia. Stunting adalah kondisi anak yang mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi dalam waktu lama, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan.
Karena itu, pemenuhan gizi yang cukup serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin menjadi langkah penting yang perlu dilakukan sejak dini.
Selain peran keluarga, berbagai pihak juga mulai terlibat dalam upaya pencegahan stunting. Salah satunya melalui program pendampingan gizi yang tidak hanya memberikan asupan tambahan, tetapi juga edukasi kepada orang tua agar memahami kebutuhan nutrisi anak dan cara memantau pertumbuhannya.
Program Pendampingan Gizi dalam Upaya Mendukung Pencegahan StuntingProgram pendampingan gizi yang dilakukan Nestlé Indonesia telah berlangsung selama enam bulan, sejak Juli 2025 hingga Januari 2026. Program ini menjangkau 598 keluarga yang memiliki anak berisiko stunting di Kabupaten Karawang, Batang, dan Pasuruan.
Selama program berlangsung, keluarga mendapatkan pendampingan dari 147 kader serta edukasi bagi 520 ibu hamil dan menyusui. Intervensi dilakukan melalui pemantauan pertumbuhan anak secara rutin serta pemenuhan kebutuhan energi harian, salah satunya dengan pemberian satu butir telur dan satu gelas susu setiap hari selama enam bulan.
Menurut Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Dr. Yuni Hastutiningsih, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam upaya pencegahan stunting.
“Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta memiliki nilai strategis dalam memperluas jangkauan intervensi, mempercepat perubahan perilaku, serta memastikan keberlanjutan program,” ujarnya.
Sementara itu, Guru Besar Pangan dan Gizi IPB University, Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, menjelaskan, pendekatan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak nyata.
“Hasil pemantauan menunjukkan peningkatan indikator berat dan tinggi badan anak, serta penurunan prevalensi underweight sebesar 22,5%. Ini menegaskan bahwa intervensi berbasis protein hewani yang dipadukan dengan pemenuhan energi harian dan edukasi keluarga dapat memberikan dampak nyata jika dilakukan secara konsisten,” jelasnya.
Melalui program pendampingan ini, keluarga tidak hanya mendapatkan tambahan asupan gizi, tetapi juga pengetahuan untuk menerapkan pola makan sehat di rumah.
Langkah ini juga diharapkan dapat membantu para orang tua menjaga tumbuh kembang anakm sekaligus mencegah risiko stunting sejak dini di kemudian hari. Setuju, Moms?





