JAKARTA, KOMPAS.com - Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa, Cipayung memastikan bayi AR yang dibuang kakaknya di gerobak nasi uduk di Pasar Minggu, Jakarta Selatan dalam kondisi sehat.
Kepala Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa Rida Mufrida menjelaskan, AR dibawa ke panti asuhan pada Kamis (5/3/2026).
"Alhamdulillah pada saat datang ke Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa, kondisi bayi Amira dalam keadaan sehat walafiat," tutur Rida saat ditemui Kompas.com, Jumat (6/3/2026).
Baca juga: Sosok Pria Misterius dalam Kasus Bayi yang Dibuang di Pasar Minggu
Meski demikian, Rida mengatakan kulit AR tampak menguning, kondisi yang umum terjadi pada bayi yang baru lahir.
Oleh karena itu, pihak panti memberikan susu Infantrini untuk membantu meningkatkan kondisi kesehatannya.
"Seperti yang kita ketahui, kadang bayi baru lahir itu suka kuning, sehingga untuk mencegah atau meningkatkan imun tubuhnya kami memberikan susu setiap satu jam sekali," ungkapnya.
Selain itu, AR juga akan mendapatkan perawatan rutin dari Puskesmas Kecamatan Cipayung yang telah bekerja sama dengan pihak panti.
"Selain susu, treatment ini karena kami akan berkoordinasi dengan Puskesmas Kecamatan Cipayung, rencananya hari ini akan dibawa ke Puskesmas Cipayung," katanya.
Baca juga: Bayi yang Diduga Dibuang Kakak di Pasar Minggu Berpeluang Diadopsi lewat Sidang
Sebelumnya diberitakan, seorang bayi berbalut baju dan selimut biru ditemukan dalam tas belanja warna hitam di gerobak nasi uduk di ujung gang sempit Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026).
Mulanya, suara tangis bayi terdengar oleh warga bernama Dinda (20) yang sedang berada di lantai dua rumahnya.
Ia pun mencari sumber suara dan menemukan tas belanja itu dengan bayi beserta perlengkapannya.
“Kemudian saksi cek kedalam tas belanja tersebut melihat seorang bayi perempuan dalam posisi miring memakai pakaian boneka beruang warna biru dan diselimuti baby blanket,” kata Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela dalam keterangannya, Selasa.
Baca juga: Bayi Ditinggalkan Kakak di Gerobak, Rano Karno: Kalau Lapor Kelurahan Pasti Ditangani
Bersama bayi itu, ditemukan susu bayi kemasan kotak merah, tisu basah, sarung tangan biru, dan secarik kertas.
Pada kertas dituliskan bahwa bayi itu telah diberi nama dengan inisial AR yang baru lahir pada Senin (2/3/2026).
Surat itu diduga ditulis oleh kakak bayi berinisial Z (12). Dalam suratnya, Z menuliskan bahwa ibu mereka sudah meninggal.
“Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Zidan ingin minta tolong untuk merawat adik saya, karena ibu saya meninggal saat melahirkan, tolong anggap seperti anak sendiri, karena saya tidak akan menemukan atau mengunjunginya dia lagi, saya tidak mau masa depan dia seperti saya, terima kasih,” tertulis pada kertas itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




