Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Cipularang pada Kamis, 5 Maret 2026, sekitar pukul 20.15 WIB, di KM 93 arah Jakarta. Kecelakaan ini melibatkan 10 kendaraan, antara lain truk kontainer, pickup, dan beberapa mobil penumpang.
Kejadian tersebut menyebabkan jalur arah Jakarta tersendat dan tidak dapat dilalui untuk waktu yang cukup lama, menyebabkan kemacetan yang signifikan di area tersebut.
Kepala Induk PJR Cipularang, Kompol Joko Prihantono, menjelaskan penyebab utama kecelakaan adalah masalah pada sistem rem truk kontainer dengan nomor polisi B-9367-UEL.
"Diduga kendaraan kontainer nopol B-9367-UEL mengalami masalah pengereman," terang Joko, Kamis (5/3/2026).
Saat tiba di lokasi, pengemudi menemukan jalanan yang dipadati kendaraan akibat gangguan yang dialami sebuah dump truck. Ketiadaan antisipasi dari pengemudi truk kontainer dalam menghadapi kondisi jalan yang padat mendorongnya untuk berusaha melakukan pengereman.
Namun, rem truk mengalami kegagalan, sehingga menyebabkan truk menabrak kendaraan pick up dan kecelakaan beruntun pun tidak terhindarkan.
"Kemudian kontainer itu mencoba melakukan pengereman namun terjadi gangguan dan selanjutnya menabrak kendaraan pikup dan kemudian terjadi kecelakaan beruntun," jelasnya atas kronologis kecelakaan.
Baca Juga:Mudik Gratis Angkutan Laut Pemprov DKI Jakarta 2026 Akan Dibuka, Simak Syarat, Jadwal, dan Tujuannya
Sebanyak dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan ini. Korban meninggal, yakni sopir dan kernet dari mobil pickup, diidentifikasi bernama Wisnu Nugroho (30) dari Tangerang Selatan dan Muhamad Reza (29) dari Depok.
"Meninggal ada dua orang yaitu pengemudi dan kernet mobil bak terbuka," terang Joko.
Selain itu, kecelakaan ini juga menyebabkan sejumlah individu terluka. Dua orang mengalami luka berat, sementara enam lainnya mengalami luka ringan. Semua korban yang terluka segera dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Rozak untuk mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.
Tindakan Lanjutan dari Pihak BerwenangPihak berwenang, khususnya dari PJR Cipularang, memberikan pernyataan terkait kecelakaan ini. Kompol Joko menekankan pentingnya pengemudi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menghadapi situasi jalan yang padat.
Proses evakuasi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan dilaksanakan dengan cepat, sehingga jalur yang awalnya terhalang dapat dibuka kembali. Pada pukul 20.59, satu lajur sudah dapat dilintasi oleh kendaraan, dan pada pukul 21.43 semua lajur telah bisa digunakan kembali oleh pengguna jalan.
Penyelidikan lebih lanjut dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengetahui secara detail penyebab sebenarnyaa dari kecelakaan ini.
Baca Juga:Spanyol Tetap Menolak Keras Terlibat Menyerang Iran Meski Terima Tekanan Dari AS





