Semakin sore, semakin banyak mahasiswa yang datang ke Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), Yogyakarta, untuk ngabuburit dan berbuka puasa bersama, Kamis (5/3/2026). Sebagian pengunjung antre di stan penjual makanan untuk makanan berbuka puasa sedangkan sebagian pengunjung lainnya sibuk memilih rilisan fisik dalam sebuah pameran tentang musik yang sedang digelar di tempat itu.
Zuni (25), Kesya (26), Tri (24), dan Firda (32), memilih mencari bangku paling strategis terlebih dahulu baru kemudian secara bergantian mencari takjil masing-masing. Keempat sahabat yang sama-sama satu kelas di Fakultas Hukum UGM itu memilih GIK sebagai tempat berbuka puasa karena dinilai nyaman dan teduh.
Mahasiswa dari Kebumen, Surabaya, Kediri, dan Makassar, itu kembali disatukan di meja makan saat waktu berbuka puasa tiba. “Kami sering bukber (berbuka puasa bersama) di tempat yang berpindah-pindah. Kali ini kami ingin mencoba bukber di GIK,” tutur Tri.
Bagi keempat perempuan itu, buka bersama adalah momen untuk mempererat persahabatan mereka yang senasib sebagai perantauan di Yogyakarta. Buka bersama pun menjadi ajang pertemuan yang menyenangkan bagi mereka sekaligus memunculkan kesempatan untuk menjelajah bermacam rasa dari beraneka hidangan yang berlomba memikat perhatian selama Ramadhan.
Buka bersama kini dilakukan semua kalanganm, dari anak-anak, muda-mudi, hingga orang tua. Mereka yang merupakan teman sekolah, kumpulan teman sekerja, sahabat karib di lingkup perguruan tinggi, hingga sesama alumni dari sekolah atau kuliah disatukan dalam satu meja untuk berbuka bersama.
Fenomena ini memunculkan peluang bisnis bagi pelaku usaha di bermacam bidang. GIK UGM, misalnya, memperpanjang acara GIK Ramadhan Festival hingga tujuh hari untuk menampung minat masyarakat terhadap acara itu.
Pada pekan pertama, acara itu dikunjungi lebih dari 7.000 pengunjung. Berdasarkan data dari GIK UGM, total perputaran ekonomi dari acara itu selama sepekan mencapai lebih dari Rp 800 juta.
Pengunjung ngabuburit menjelang waktu berbuka puasa di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), Yogyakarta, Kamis (5/3/2026).
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Pengunjung ngabuburit menjelang waktu berbuka puasa di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), Yogyakarta, Kamis (5/3/2026).
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Pengunjung berbuka puasa bersama di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), Yogyakarta, Kamis (5/3/2026).
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Mahasiswa berbuka puasa bersama di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), Yogyakarta, Kamis (5/3/2026).
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Perkembangan tren bukber juga dimanfaatkan sejumlah hotel untuk menggelar acara berbuka puasa bersama dengan paket makan takjil sepuasnya. Tarifnya juga bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah per orang. Kiat tersebut bermanfaat untuk mendapatkan pemasukan tambahan di tengah tingkat okupansi yang cenderung rendah selama Ramadhan.
Melalui bukber, tali persahabatan antarsahabat dapat kembali dipererat. Budaya berbuka puasa bersama yang berkembang menjadi tradisi tahunan itu pun berperan dalam menggulirkan roda perekonomian selama Ramadhan.





