KLB Campak Muncul di Banyak Daerah, Menkes Minta Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak

republika.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan pentingnya imunisasi untuk menghadapi kejadian luar biasa (KLB) campak di sejumlah wilayah. Pasalnya, penyakit tersebut dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak.

"Kita amati di awal tahun ini banyak yang terkena, jadi harus benar-benar kita tekan cepat. Kalau tidak, dia menular ke mana-mana. Apalagi sudah dekat Lebaran," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin saat ditemui usai penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Kesehatan Jiwa Anak di Jakarta, dikutip Jumat (6/3/2026).

Baca Juga
  • Tubuh Manusia yang Ditemukan di Pantai Ketewel Ternyata WN Ukraina Korban Penculikan
  • Generasi Z Jadi Fokus, Prudential Syariah Menang Youth Choice Award 2026
  • Ramadan Berkah, Pertamina Ajak Puluhan UMKM Aktif dan Berdaya

"Salah satu instrumen yang paling penting adalah imunisasi," tambah Menkes.

Dia mengingatkan bahwa vaksin campak sudah lama digunakan dan terbukti efektif menekan penyebaran penyakit tersebut. Secara khusus, dia menyoroti pentingnya orang tua memberikan perlindungan kepada anak-anak dengan memberikan imunisasi campak.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Tidak hanya itu, terdapat potensi risiko ketika anak di bawah lima tahun terinfeksi campak karena dapat berakibat fatal.

"Enggan imunisasi akibatnya anaknya tidak terproteksi. Dia kena, dia menularkan ke yang lain. Jadi perlu diingat, imunisasi bukan hanya buat anaknya sendiri, tetapi juga buat lingkungan sekolah dan teman-temannya," tuturnya.

Sebelumnya, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperlihatkan jumlah suspek campak pada 2025 tercatat sebanyak 63.769 kasus dengan 67 kematian. Sementara itu, jumlah suspek campak pada 2026 tercatat sebanyak 8.810 kasus dengan 5 kematian.

Data yang sama memperlihatkan bahwa sekitar 67 persen dari kasus konfirmasi campak tidak memiliki riwayat imunisasi.

Pada 2025, KLB campak dilaporkan terjadi di 87 kabupaten/kota. Sementara itu, pada awal 2026 terjadi KLB di 24 kabupaten/kota.

Terdapat 10 kabupaten/kota yang mengalami KLB campak selama dua tahun berturut-turut, yaitu Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Padang, Kabupaten Garut, Kabupaten Sleman, Kabupaten Jember, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Tojo Una-Una, dan Kota Makassar.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : ANTARA
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Baleg DPR Mulai Bahas RUU PPRT: 22 Tahun Tertunda, Ditargetkan Rampung 2026
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Garuda Indonesia (GIAA) Buka Suara soal Peringkat Bintang 4 Skytrax
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Emas 8 Karat Sentuh Rp809 Ribu/Gram Hari Ini
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Warga Medan ”Panic Buying” BBM, Khawatir Terdampak Perang Iran Vs AS-Israel
• 17 jam lalukompas.id
thumb
Kemenhaj dan KJRI Jeddah Beri Pendampingan Jamaah Umrah di Saudi  
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.