Grid.ID - Kondisi terbaru Vadel Badjideh di dalam rumah tahanan diungkap oleh sang kakak, Martin Badjideh, setelah menjenguknya baru-baru ini. Menurut Martin, kondisi Vadel saat ini dalam keadaan baik dan tetap menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Martin mengatakan semangat Vadel juga masih terjaga karena dukungan keluarga yang terus mengalir. Ia menyebut keluarga berusaha selalu hadir setiap kali kesempatan menjenguk dibuka.
“Alhamdulillah kondisinya baik. Tetap masih puasa, tetap masih semangat, masih ada support dari keluarga,” ungkap Martin, Kakak dari Vadel, dikutip dari Youtube Reyben Entertainment, Kamis (5/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, keluarga juga membawa makanan kesukaan Vadel. Martin mengatakan ibunya menyiapkan bolu gulung yang memang menjadi camilan favorit sang adik.
“Cake, ya bolu kesukaan dia. Bolu gulung. Ganti bukan klepon lagi,” katanya.
Martin juga melihat perubahan fisik pada Vadel selama berada di dalam tahanan. Menurutnya, berat badan sang adik terlihat bertambah dan tubuhnya menjadi lebih berisi karena rutin berolahraga.
Selain perubahan fisik, Martin menilai sikap Vadel juga semakin matang. Ia bahkan menyebut Vadel kini terlihat lebih religius dibanding sebelumnya.
“Alhamdulillah, bagi keluarga Vadel lebih religius daripada sebelumnya,” tuturnya.
Perubahan tersebut menurut Martin terlihat cukup signifikan. Ia menyebut proses yang dialami Vadel selama ini menjadi pembelajaran penting dalam hidupnya.
Martin juga menilai emosi dan cara berbicara Vadel kini jauh lebih terkendali. Ia menyebut pemikiran sang adik juga menjadi lebih dewasa dan berubah 360 derajat.
“Emosi lebih stabil, tutur katanya lebih bagus, tingkat pemikirannya juga lebih luas,” katanya.
Selama menjalani Ramadan di dalam rutan, Vadel disebut tetap menjalankan aktivitas positif. Ia rutin salat, berbagi cerita dengan teman-teman di dalam, serta tetap melatih kemampuan menarinya.
Menurut Martin, Vadel bahkan memiliki niat untuk mengkhatamkan Al-Qur’an sebelum Lebaran. Meski begitu, proses tersebut masih terus dijalani hingga saat ini.
Martin mengakui keluarga sempat merasakan kekecewaan terkait proses hukum yang dihadapi Vadel. Namun mereka memilih untuk tetap menghormati proses hukum yang berjalan.
“Ada kecewa, tapi mau gimana lagi kita mesti menghormati persidangan,” tutup Martin.
Ia juga menegaskan keluarga kini berusaha fokus memberikan dukungan kepada Vadel. Mereka tidak ingin terlalu terpengaruh dengan berbagai isu yang berkembang di luar.
Martin berharap seluruh proses yang sedang dijalani Vadel bisa menjadi pelajaran berharga. Ia juga percaya bahwa setiap ujian memiliki hikmah bagi kehidupan ke depan. (*)
Artikel Asli




