Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Jawa Tengah mewaspadai hujan lebat disertai angin kencang dalam satu pekan ke depan.
Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Gempita Icky Dzikrillah mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi di hampir seluruh kabupaten kota di Jawa Tengah belakangan ini dipicu oleh bibit siklon di Samudera Hindia dan perairan Australia.
"Untuk tujuh hari ke depan masih berpotensi terjadi hujan intensitas hingga lebat, terutama pada 3 hari pertama, pada hari ke 4-7 diprediksi tren intensitas hujan cenderung menurun," kata Icky saat dikonfirmasi, Jumat (6/3).
Ia menyebut cuaca ekstrem paling berpotensi terjadi di wilayah Jawa Tengah bagian utara serta wilayah Jawa Tengah bagian tengah
“Potensi hujan lebat dapat terjadi terutama di wilayah Jateng bagian Utara (Pantura barat-timur) serta Jateng bagian Tengah," imbuh dia.
Ia juga menjelaskan, angin kencang yang terjadi di sejumlah wilayah dipengaruhi bibit siklon siklon tropis 90S di Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah, bibit Siklon Tropis 93S di Perairan Barat Australia, dan bibit siklon 92P di Teluk Carpentaria.
"Ini menyebabkan terbentuknya belokan dan pertemuan angin yang mengakibatkan meningkatnya pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Jawa Tengah," tegas dia.
Untuk itu, ia meminta masyarakat mewaspadai hujan lebat di Jateng disertai kilat, petir, dan angin kencang yang memicu cuaca ekstrem.
“Tetap waspada potensi cuaca ekstrem beserta dampaknya terutama banjir, longsor dan angin kencang, mengupdate informasi cuaca dari sumber yang tepercaya, ikuti arahan pemerintah setempat apabila terjadi bencana dengan tenang. Perkuat konstruksi atap rumah apabila terlihat sudah lemah. tunda berpergian ketika terjadi/ada peringatan dini cuaca ekstrem," kata Icky.




