TABLOIDBINTANG.COM - Musisi legendaris Fariz Rustam Munaf atau Fariz RM angkat bicara mengenai kabar yang menyebutkan dirinya telah resmi menjabat sebagai Dewan Pembina Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI).
Melalui sebuah pernyataan resmi, Fariz RM menegaskan bahwa posisi tersebut belum sepenuhnya ia terima secara resmi, melainkan baru sebatas tawaran yang diberikan oleh rekan-rekan seprofesinya.
"Saya ingin mengklarifikasikan dan dengan tegas menyatakan bahwa saya baru menerima tawaran dan amanahnya saja. Tapi belum menyampaikan kesediaan saya untuk menjabat sebagai dewan pembina organisasi tersebut sebagaimana diharapkan," ujar Fariz RM.
Tawaran tersebut datang saat dirinya menghadiri Kongres Nasional Pencipta Lagu yang dihelat di Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia pada 4 Maret 2026. Fariz menyadari adanya kesalahpahaman yang mungkin timbul dari rekan-rekan organisasi yang menganggap persetujuannya terhadap hasil kongres sebagai tanda kesediaan menerima jabatan struktural.
Paman dari penyanyi Sherina Munaf ini menjelaskan bahwa dirinya memang menyepakati hasil pertemuan tersebut, namun bukan berarti langsung menyanggupi jabatan yang disodorkan. Ia menduga hal inilah yang menjadi dasar asumsi teman-teman musisi lainnya.
"Saya memang menyetujui, termasuk yang menyetujui konsensus memorandum yang disepakati sebagai hasil dari kongres yang saya maksud tadi. Dan mungkin itulah yang menjadi dasar dari pemahaman teman-teman di organisasi tersebut," jelasnya.
Alasan Fariz belum memberikan jawaban pasti adalah karena ia merasa tanggung jawab sebagai pembina bukanlah hal yang ringan. Ia merendah dan merasa perlu menakar kembali kapasitas dirinya apakah cukup mumpuni untuk membina para pencipta lagu nasional yang memiliki talenta luar biasa.
"Karena saya merasa bahwa amanah yang diamanahkan kepada saya itu adalah amanah yang berat dan tidak mudah. Dan saya cukup sangsi, apakah saya mampu menjadi pembina," ungkapnya.
Terlepas dari polemik jabatan, Fariz menekankan poin penting mengenai etika dalam berkarya, khususnya terkait penggunaan lagu. Baginya, izin bukan sekadar formalitas atau urusan uang semata, melainkan wujud penghargaan tertinggi terhadap sesama seniman.
"Izin adalah bentuk etikanya. Bentuk respek, bentuk rasa hormat kita kepada seseorang. Ingat itu, bahwa hidup bangsa yang berhasil berfondasi pada respek, pada rasa hormat antar sesama," tegasnya.
Fariz berharap klarifikasinya ini dapat meluruskan kesalahpahaman yang terjadi dan tidak memicu perdebatan berkepanjangan. Ia menutup pernyataannya dengan memberikan semangat kepada seluruh musisi Indonesia untuk terus berkarya dan saling menghargai.
"Maju terus musik Indonesia, semangat terus berkarya buat teman-teman seprofesi," pungkas Fariz RM. Pernyataan Fariz RM tersebut juga dikonfirmasi okeh kuasa hukumnya, Deolipa Yumara.



