TABLOIDBINTANG.COM - Britney Spears dibebaskan dari tahanan polisi pada Kamis (5/3) setelah sebelumnya ditangkap atas dugaan mengemudi dalam kondisi mabuk di dekat Los Angeles, Amerika Serikat.
Menurut dokumen hukum dan laporan sejumlah media AS, penyanyi berusia 44 tahun itu ditangkap pada Rabu (4/3) oleh Ventura County Sheriff's Department.
Beberapa media hiburan yang mengutip sumber kepolisian menyebut Spears diamankan sekitar pukul 21.30 waktu setempat. Catatan kantor sheriff menunjukkan ia kemudian dibebaskan pada Kamis pukul 06.07 pagi.
Spears dijadwalkan menjalani sidang pengadilan terkait kasus tersebut pada 4 Mei mendatang.
Perwakilan Spears menanggapi insiden tersebut dalam pernyataan kepada media hiburan Deadline.
“Ini adalah insiden yang sangat disayangkan dan sama sekali tidak bisa dibenarkan. Britney akan mengambil langkah yang tepat dan mematuhi hukum,” ujar perwakilan tersebut.
Ia juga berharap peristiwa ini bisa menjadi awal perubahan dalam kehidupan Spears.
“Semoga ini bisa menjadi langkah pertama menuju perubahan yang memang sudah lama dibutuhkan dalam hidup Britney.”
Britney Spears lahir di Mississippi dan dibesarkan di Louisiana. Ia dikenal sebagai fenomena pop remaja yang menjadi salah satu superstar paling berpengaruh pada era 1990-an hingga 2000-an.
Kariernya mulai dikenal luas sejak tampil di acara Disney Channel, The Mickey Mouse Club, sebelum kemudian meraih popularitas global melalui MTV.
Sejumlah lagu hitnya seperti "...Baby One More Time", "Oops!... I Did It Again", dan "Toxic" menjadi penanda era pop saat itu.
Sebagian besar albumnya meraih sertifikasi platinum dari Recording Industry Association of America. Bahkan dua albumnya mendapat sertifikasi diamond, yakni album …Baby One More Time (1999) dan Oops!... I Did It Again (2000). Album studio terakhirnya, Glory, dirilis pada 2016.
Pada awal 2000-an, kehidupan pribadi Spears kerap menjadi sorotan tabloid, terutama ketika ia menghadapi masalah kesehatan mental dan terus diikuti paparazzi.
Setelah mengalami krisis publik pada 2007, Spears kemudian ditempatkan di bawah sistem konservatori atau perwalian hukum pada 2008 yang dikelola oleh ayahnya, Jamie Spears, bersama tim pengacaranya.
Sistem tersebut memberi kendali besar atas keputusan pribadi dan keuangan Spears selama lebih dari satu dekade, meski ia tetap aktif tampil di konser besar.
Seiring waktu, perubahan pandangan publik terhadap pemberitaan media yang dinilai misoginis memicu gerakan #FreeBritney yang mendukung kebebasan Spears untuk mengendalikan hidupnya sendiri. Konservatori itu akhirnya resmi dibubarkan pada 2021.


