JAKARTA, KOMPAS.com- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta warga tidak perlu panic buying bahan soal stok bahan bakar minyak (BBM) di tengah konflik Amerika Serikat-Israel menyerang Iran.
Menurut Pramono, ketersediaan BBM di Jakarta dikelola bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat sehingga stoknya dipastikan aman.
“Ya kan semua stok di Jakarta ini pasti dikelola bersama-sama dengan pemerintah pusat. Bukan kemudian dikelola oleh Pemda sendiri. Tetapi dikelola bersama-sama. Karena saya meyakini di Jakarta tidak akan ada panic buying untuk urusan BBM,” ucap Pramono di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).
Baca juga: Gara-gara Isu BBM Tinggal 21 Hari, SPBU di Medan Diserbu Warga
Ia menambahkan, Jakarta selalu menjadi prioritas dalam distribusi energi, termasuk BBM, sehingga ketersediaannya akan terus dijaga.
“Kalau BBM, Jakarta tentunya selalu menjadi prioritas untuk apa, stoknya, karena kami juga punya stok sendiri,” kata dia.
Pramono berharap distribusi BBM tetap lancar menjelang arus mudik Lebaran, mengingat mobilitas masyarakat biasanya meningkat pada periode tersebut.
Ia juga berkelakar bahwa dirinya justru mendorong masyarakat untuk “mudik ke Jakarta” agar penggunaan BBM tidak terlalu tersebar ke daerah lain.
“Sehingga mudah-mudahan di BBM di Jakarta dalam rangka menyambut Idul Fitri terutama bagi yang mudik,“ ujarnya.
Baca juga: Pramono Wanti-wanti Camat hingga Lurah, Jangan Ada Warga Jakarta Kekurangan Jelang Lebaran
Selain BBM, Pramono juga memastikan ketersediaan bahan pangan pokok di Jakarta dalam kondisi aman bahkan cenderung berlebih.
“Jadi untuk Jakarta, hal yang mencakup kebutuhan pokok, mulai dari beras, daging, cabai merah keriting, dan yang lain-lain, eh kami menggaransi aman. Bahkan kelebihan stok sebenarnya,” kata dia.
Ia menyebut, hingga saat ini harga pangan di pasar relatif stabil.
Kenaikan harga cabai merah keriting beberapa waktu lalu disebutnya masih dalam batas wajar.
“Mudah-mudahan ini kita bisa jaga. Termasuk yang paling utama adalah daging,” katanya.
Pemprov DKI juga telah menyiapkan langkah untuk menjaga stabilitas harga daging, salah satunya dengan mendatangkan pasokan sapi dalam jumlah besar.
“Kenapa kemudian kemarin daging kami mengimpor dan masuk 2000 apa, ekor, betul-betul kami persiapkan supaya harga daging di Jakarta tidak mengalami kenaikan,” kata dia.
Baca juga: Warga Medan Serbu SPBU, Pertamina: Stok BBM Aman, Kami Imbau Masyarakat Tenang





