JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menegaskan kalau semua kritik yang ia sampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto justru sangat santun.
Diketahui Tiyo melontarkan narasi bahwa Presiden Prabowo Subianto adalah presiden bodoh.
Apalagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) menurutnya sudah memangkas anggaran pendidikan hingga sisa 14 persen.
Menurut Tiyo, dirinya sudah diajarkan sopan santun sejak kecil di dalam lingkungan keluarganya.
BACA JUGA:Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Sindir Program MBG, Singgung Perang Dunia III vs 80 Juta Ompreng MBG
Maka, kritik yang ia sampaikan kepada orang nomor satu di negara ini sudah sangat santun.
Tiyo yang lahir dan besar di Kudus, juga menumbuhkan dan membentuk dirinya berjiwa aktivis.
Kudus dengan adat dan tradisinya, dengan santrinya, membentuknya menjadi pemuda yang santun.
Ia menegaskan narasi Presiden Bodoh merupakan narasi yang sudah santun.
BACA JUGA:Prodi dan Mata Kuliah S1 Filsafat UGM, Kampusnya Ketua BEM Tiyo Ardianto dengan Kewajiban Studi 145 SKS
“Jangan dibayangkan kita menyebut presiden bodoh itu gak santun, itu sangat santun dengan seluruh kejahatan yang dia lakukan,” katanya.
Ia sejak kecil sangat dididik dengan sangat baik oleh orangtua soal kesantunan, termasuk bahasa Jawa Kromo Inggil.
“Saya tuh sejak kecil bahasanya Kromo Inggil bukan bahasa Indonesia, jadi kalau sekarang ketemu kalau orang tua berbahasa Jawa, saya bisa berbahasa Kromo Inggil,” katanya.
BACA JUGA:Botok dan Teguh Divonis PN Pati Hari Ini, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Minta Hakim Tak Nodai Kesucian Hukum
Diketahui bahasa Kromo Inggil adalah bahasa Jawa halus.
- 1
- 2
- »





