Kadin Sebut Program MBG Sudah Serap 50 Ribu Tenaga Kerja

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu didukung karena menciptakan dampak ekonomi yang positif.

Kadin Indonesia menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu didukung karena menciptakan dampak ekonomi yang positif. (Foto: iNews Media/Nasywa Salsabila)

IDXChannel - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu didukung karena menciptakan dampak ekonomi yang positif. Salah satunya telah membuka lapangan kerja secara signifikan.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Andindya Bakrie menjelaskan, program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi memberikan efek ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan aktivitas usaha di sektor rantai pasok pangan.

Baca Juga:
Kadin Indonesia Siapkan Kajian “MBGnomics” Guna Hitung Dampak Ekonomi Program MBG

Dia mengungkapkan, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG dapat melibatkan puluhan tenaga kerja dalam operasionalnya.

“Setiap SPPG bisa sampai 50 orang. Artinya kalau kita sampai kepada 1.000 SPPG bersama-sama, sekitar 50 ribu telah dikejar dan disasar untuk bekerja secara langsung,” ujarnya dalam peresmian SPPG DKI Jakarta, Jumat (6/3/2026). 
 
Selain menyerap tenaga kerja, kata Anindya, dapur MBG juga menghasilkan produksi makanan dalam jumlah besar setiap harinya. “Selain itu terjadi sekitar 3 ribu daripada makanannya. Kalau dikalikan seribu, ya sekitar 3 juta setiap hari. Jadi ini suatu dampak yang jelas,” ujar Anindya.

Baca Juga:
BRIN Sebut MBG Bisa Dongrak PDB RI hingga Rp26 Triliun dan Serap 183 Ribu Tenaga Kerja

Anindya menambahkan, perbankan juga memandang positif keberadaan MBG karena SPPG ini mendapatkan dukungan keuangan. Bisnis SPPG saat ini dinilai layak (bankable) untuk mendapatkan dukungan pendanaan perbankan.'

Dia juga mendorong anggota Kadin untuk terlibat dalam rantai pasok program tersebut sehingga proses hilirisasi dapat berjalan lebih optimal. Pengembangan rantai pasok program ini tidak hanya berpotensi menciptakan pelanggan baru, tetapi juga mendorong lahirnya pelaku usaha baru di berbagai sektor pangan, seperti peternak ayam dan telur, pemasok sayur-mayur, daging, hingga komoditas lainnya yang dibutuhkan dalam operasional program tersebut.

(Rahmat Fiansyah/Nasywa Salsabila)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prancis Sambut Baik Langkah Indonesia Larang Medsos untuk Anak
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Rupiah Melemah usai Respons BI soal Fitch Ratings Pertahankan Peringkat Kredit RI
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Buka Puasa di Tengah Danau dengan Taman Bunga Indah di Angkringan Danau Mutiara
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
MAKI: KPK Perlu Terapkan Pasal TPPU untuk Jerat Suami dan Anak Fadia Arafiq
• 10 jam lalusuara.com
thumb
[FULL] Rasio Utang RI Diproyeksi Naik, Peringatan Fitch Serius! | SAPA PAGI
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.