Wapres Gibran Pimpin Rakor Penanganan Banjir di Tuban

republika.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memimpin rapat koordinasi (rakor) penanganan banjir bersama pemerintah daerah (pemda) dan pemangku kepentingan di Kantor PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, Jumat (6/3/2026). Dia menekankan pentingnya percepatan penanganan dampak banjir yang masih dirasakan masyarakat.

Gibran menyampaikan, meskipun tidak terdapat korban jiwa, kerugian materiil yang dialami warga tetap perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Dia pun meminta agar berbagai fasilitas umum yang terdampak dapat segera difungsikan kembali sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.

Baca Juga
  • Gibran Koruptor Harus Dimiskinkan
  • Wapres Gibran: Siapapun Presidennya, Menterinya Yusril Ihza Mahendra
  • AHY Dorong Jakarta Perbanyak Ruang Kreatif Anak Muda

"Fasilitas umum terdampak seperti sekolah dan tempat ibadah harus bisa segera difungsionalkan kembali," kata Gibran dalam siaran pers di Jakarta, Jumat.

Dalam kunjungannya ke Tuban, RI 2 turut menyoroti kondisi jalan penghubung Ngino-Sambongrejo yang mengalami kerusakan akibat banjir. Dia meminta aparat terkait segera melakukan perbaikan, termasuk pembenahan sistem saluran air di sekitar jalan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Jalan penghubung Ngino-Sambongrejo yang rusak segera diperbaiki, termasuk sistem saluran air di sekitar jalan agar tidak mengganggu aktivitas warga dan distribusi logistik," jelasnya.

Gibran menekankan, pentingnya percepatan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan agar bantuan dapat segera disalurkan kepada masyarakat. "Rumah warga yang mengalami kerusakan segera diselesaikan pendataannya, dicairkan bantuannya, dan dibantu proses pembersihannya," ujarnya.

Selain itu, Gibran mengingatkan Pemerintah Kabupaen (Pemkab) Tuban untuk mengantisipasi potensi munculnya penyakit pascabanjir. Dia menyebut, langkah pencegahan perlu dilakukan secara serius mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

"Antisipasi kemungkinan penyebaran penyakit pasca banjir seperti diare, disentri, hepatitis, dan DBD," kata mantan wali kota Solo tersebut. Untuk jangka panjang, Gibran menekankan, perlunya langkah penanganan yang lebih sistematis guna mencegah banjir berulang di Tuban, termasuk perbaikan tata kelola drainase serta normalisasi sungai.

Mengacu pada data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Gibran berpesan, potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi hingga akhir Maret 2026. "Oleh sebab itu kita harus selalu siap dan waspada," ucapnya.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pentingnya Kolaborasi dengan Masyarakat dalam Membangun Ketahanan Iklim
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Tak Hanya Selat Hormuz, Ini Jalur Aliran Minyak Paling Sibuk di Dunia
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Iran: Fregat yang Ditorpedo AS Tak Bersenjata, Bawa Personel Pelatihan
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Cara Hemat Beli Baju Lebaran
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Mitra Keluarga (MIKA) Umumkan Rencana Buyback Saham Senilai Rp1 Triliun
• 15 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.