Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat dunia tengah waswas dengan gangguan pasokan minyak dan bahan bakar, setelah Selat Hormuz di Timur Tengah ditutup imbas serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran.
Jalur vital perdagangan yang biasanya dilalui sekitar 20% minyak mentah dan gas alam dunia ini ditutup dan mengguncang pasar energi global.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz ditutup khusus untuk kapal-kapal dari AS, Israel, Eropa, dan sekutu Barat mereka. Iran hanya akan mengizinkan kapal-kapal berbendera China untuk menggunakan selat tersebut.
Namun, tak hanya Selat Hormuz yang paling berpengaruh dan paling sibuk di dunia. Ada pula beberapa selat lainnya yang menjadi tempat mengalirnya minyak di dunia.
Selat Malaka, antara Malaysia dan Indonesia, adalah jalur transit minyak tersibuk di dunia, yang mengangkut sekitar 29,1% perdagangan minyak maritim global.
Sekitar seperlima konsumsi minyak global mengalir melalui Selat Hormuz. Adapun, sekitar 84% minyak mentah yang melewati Selat Hormuz ditujukan untuk pasar Asia.
Baca Juga
- Selat Hormuz Tertutup, Aramco Jajaki Pengiriman Minyak via Laut Merah
- Pemerintah Tempuh Diplomasi Keluarkan 2 Kapal Tanker Pertamina dari Selat Hormuz
- RI Tertinggal, Intip Ketahanan Stok Minyak Negara-negara di Dunia
Pasar minyak bergantung pada sejumlah jalur maritim sempit untuk menjaga pasokan tetap mengalir. Jalur transit minyak ini merupakan arteri penting dari sistem energi global, yang mengangkut puluhan juta barel per hari.
Badan Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) memetakan jalur transit minyak terpenting di dunia dan pangsa perdagangan minyak maritim globalnya.
Data ini menyoroti volume minyak mentah dan cairan petroleum yang melewati titik-titik rawan maritim utama pada paruh pertama tahun 2025, diukur dalam juta barel per hari (mb/d), dan pangsa mereka dari total perdagangan minyak maritim dunia.
Secara total, sekitar 73 juta barel per hari minyak bergerak melalui titik-titik rawan maritim utama, yang mewakili sebagian besar minyak yang diperdagangkan secara global melalui jalur laut.
Berikut ini deretan selat tersibuk di dunia dan jumlah minyak yang diperdagangkan: Daftar Jalur Perdagangan Minyak Strategis di Dunia1. Selat Malaka: 23,2 juta barel/hari - 29,1%
2. Selat Hormuz: 20,9 juta barel/hari - 26,2%
3. Tanjung Harapan (Cape of Good Hope): 9,1 juta barel/hari - 11,4%
4. Selat Denmark: 4,9 juta barel/hari - 6,1%
5. Terusan Suez & Pipa SUMED: 4,9 juta barel/hari - 6,1%
6. Bab el-Mandeb: 4,2 juta barel/hari - 5,3%
7. Selat Turki (Dardanelles): 3,7 juta barel/hari - 4,6%
8. Terusan Panama: 2,3 juta barel/hari - 2,9%
1. Selat Malaka: Koridor Minyak TersibukSelat Malaka, antara Malaysia dan Indonesia, adalah titik rawan minyak tersibuk di dunia. Sekitar 23,2 juta barel per hari mengalir melalui saluran sempit ini pada paruh pertama tahun 2025, yang menyumbang sekitar 29,1% dari perdagangan minyak maritim global.
Selat Malaka menghubungkan Samudra Hindia ke Laut China Selatan, menjadikannya jalur penting untuk pengiriman minyak ke China, Jepang, dan Korea Selatan.
Selat yang sempit dan lalu lintas yang padat membuatnya rentan terhadap kemacetan dan ketegangan geopolitik.
2. Selat Hormuz: Arteri Energi KritisSelat Hormuz, yang terletak di antara Oman dan Iran, menangani sekitar 20,9 juta barel per hari pada paruh pertama tahun 2025, atau kira-kira seperlima dari konsumsi minyak global.
Selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab, dan cukup dalam serta lebar untuk menampung kapal tanker minyak mentah terbesar di dunia.
Sekitar 84% minyak mentah yang melewati Hormuz ditujukan untuk pasar Asia, termasuk China, India, Jepang, dan Korea Selatan. Karena begitu banyak produksi Teluk bergantung pada jalur ini, gangguan apa pun dapat menimbulkan guncangan pada harga minyak global.
3. Titik-Titik Penting Lainnya di Seluruh DuniaSelain Malaka dan Hormuz, beberapa jalur lain memainkan peran penting dalam aliran minyak global. Terusan Suez dan Pipa SUMED mengangkut sekitar 4,9 juta barel per hari, menghubungkan Laut Merah ke Mediterania.
Di dekatnya, Selat Bab el-Mandeb mengangkut sekitar 4,2 juta barel per hari, menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden.
Di Eropa, Selat Denmark dan Selat Turki berfungsi sebagai gerbang utama untuk ekspor minyak Rusia dan Kaspia, mengangkut sekitar 4,9 juta dan 3,7 juta barel per hari, masing-masing.





