Pentingnya Kolaborasi dengan Masyarakat dalam Membangun Ketahanan Iklim

bisnis.com
16 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Perubahan iklim semakin memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Iklim yang semakin ekstrem dapat berdampak terhadap kehidupan sehari-hari, mulai dari stabilitas ekonomi lokal hingga kesejahteraan masyarakat.

Dalam menghadapi tantangan ini, dunia usaha memiliki peran penting, khususnya dalam memperkuat kapasitas masyarakat untuk beradaptasi dan tumbuh secara berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya berkaitan dengan perlindungan lingkungan, tetapi juga dengan bagaimana komunitas dapat berkembang menjadi lebih tangguh sekaligus mendukung praktik yang lebih ramah lingkungan.

Ketahanan iklim pada dasarnya tidak dapat dibangun sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi yang erat antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Masyarakat lokal bukan sekadar penerima manfaat, melainkan mitra strategis dalam menjaga keberlanjutan lanskap sekaligus mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Pendekatan ini mulai banyak diterapkan oleh pelaku industri, termasuk produsen kertas PaperOne, APRIL Group, di area operasionalnya di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau. Melalui komitmen keberlanjutan satu dekade APRIL2030 yang diluncurkan pada 2020, perusahaan mengintegrasikan dukungan terhadap konservasi dan pemberdayaan masyarakat ke dalam model bisnisnya.

Pendekatan berbasis komunitas tersebut mencakup peningkatan kesadaran, penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko perubahan iklim, serta percepatan aksi melalui dukungan pendanaan internal. Langkah ini bertujuan membantu masyarakat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan ekonomi di masa depan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai inisiatif yang mendukung ketahanan iklim. Salah satunya melalui Program Desa Bebas Api (Fire-Free Village Program/FFVP), yang mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran.

Sejak 2014, program ini telah berfokus pada edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap risiko kebakaran. Hingga 2025, FFVP telah menjangkau 42 desa dengan total wilayah hampir satu juta hektare, serta berkontribusi pada penurunan lebih dari 90 persen kebakaran di wilayah binaan.

Selain itu, APRIL juga menginisiasi Program Konservasi Bersama Masyarakat yang bertujuan melibatkan masyarakat di sekitar area operasional perusahaan dalam upaya perlindungan hutan. Sejak 2020, program ini telah melibatkan 10 desa yang mencakup sekitar 30.000 hektare kawasan hutan.

Melalui program ini, setiap desa juga menerima holding fee sebesar 10.000 dolar AS untuk mendukung upaya perlindungan hutan di wilayah mereka. Skema ini turut memperkuat penerapan solusi berbasis alam (nature-based solutions) yang memberikan manfaat sosial dan lingkungan secara langsung bagi masyarakat setempat.

Melalui dukungan, pendampingan, serta akses terhadap praktik yang lebih berkelanjutan, masyarakat didorong untuk menjadi bagian dari solusi jangka panjang. Ke depan, penguatan kolaborasi multipihak akan menjadi kunci dalam membangun ketahanan iklim yang inklusif, yang dimulai dari tingkat tapak.

Dunia usaha perlu melihat investasi sosial dan lingkungan sebagai bagian integral dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Dengan menempatkan masyarakat sebagai mitra, upaya menuju masa depan yang lebih tangguh dan berkelanjutan dapat diwujudkan secara bersama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Banyak Kendaraan Terkait Kasus Bupati Pekalongan Belum Dibawa KPK
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Intel Rusia Mulai Bantu Iran, Beri Info Target Untuk Hantam AS
• 31 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemerintah Lahirkan 10 Komitmen soal Umrah Imbas Konflik di Timur Tengah
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Tipe MBTI yang Paling Bisa Dipercaya untuk Menyimpan Rahasia
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Dua Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Pemerintah Lobi Iran dengan Diplomasi
• 14 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.