Antrean panjang terlihat di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kondisi ini muncul pada Kamis (5/3/2026) malam ketika banyak kendaraan mengantri untuk mengisi bahan bakar.
Penyebab utama dari situasi ini adalah khawatirnya masyarakat terhadap potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang disebarkan melalui media sosial. Informasi yang tidak akurat terkait pasokan BBM telah menciptakan kepanikan di kalangan masyarakat.
Ditambah lagi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan bahwa ketahanan BMM Indonesia disebut hanya 25-26 hari, lebih rendah dari Jepang selama 254 hari.
Stok BBM di Jember TercukupiSementara itu, Pertamina telah memastikan bahwa stok BBM di Kabupaten Jember, Jawa Timur aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Lebaran 2026.
Kuota BBM, termasuk Pertalite dan Pertamax, telah ditentukan untuk wilayah tersebut, dengan kuota Pertalite mencapai 584 ton dan Pertamax mencapai 279 ton. Penegasan ini datang dari Sales Branch Manager wilayah II PT Pertamina Patra Niaga, Andi Reza Ramadhan, yang menjelaskan bahwa penyaluran BBM di semua SPBU di Jember dijalankan dengan normal tanpa adanya pengurangan.
Pertamina juga telah berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk memastikan suplai energi tetap stabil di wilayah tersebut dan pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk perwakilan daerah sekitar, untuk memantau kondisi distribusi BMM.
Pertamina meminta masyarakat untuk tidak panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan, yang pada gilirannya dapat menyebabkan masalah dalam distribusi BBM.
"Pertamina akan menambah penyaluran bahan bakar untuk wilayah Jember pada Jumat pagi, sehingga ketahanan stok bisa terjaga dan tidak lagi antrean panjang di SPBU," jelas Andi.
Menanggapi situasi tersebut, berbagai pihak, termasuk Ketua DPC Hiswana Migas wilayah Besuki, Iqbal Wilda Fardana, mengatakam distribusi BMM di Kabupaten Jember berjalan dengan normal seperti biasa dan stok juga sangat aman.
"Saya mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena kami pastikan stok BBM aman, sehingga cukup membeli sesuai dengan kebutuhan," ujarnya.
Aksi borong yang dilakukan masyarakat di sejumlah SPBU berpotensi menyebabkan antrean panjang hingga menimbulkan kelangkaan semu karena stok BBM di SPBU cepat habis.



