Mendagri Pastikan Pengungsi Pidie Jaya Segera Tempati Huntara

tvrinews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Aceh 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera Tito Karnavian kembali meninjau lokasi hunian sementara (huntara) di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat, 6 Maret 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Tito bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dan Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhlullah mengecek sejumlah fasilitas yang tersedia di huntara, serta berdialog dengan para pengungsi.

Dalam keterangannya, Tito menjelaskan huntara yang dibangun di Pidie Jaya terbagi menjadi empat jenis.

Di antaranya huntara yang dibangun oleh BPI Danantara, huntara yang diinisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), huntara yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta huntara yang didirikan secara gotong royong oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) dan relawan. 

Dari empat tipe bangunan huntara tersebut, ungkap Tito, terdapat perbedaan karakteristik fasilitas di dalamnya.

"Misalnya di BNPB di sana dia tidak ada ranjang tapi kelebihan dia dapurnya, ada toiletnya sendiri. Kemudian di Danantara hampir sama seperti PU, tempat tidurnya ada ranjangnya, ada kipasnya lebih dingin, lebih nyaman, tapi dapurnya dan toilet, kamar mandi bersama-sama, komunal," ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 6 Maret 2026.

Meskipun terdapat perbedaan fasilitas, pemerintah memastikan para pengungsi tetap memperoleh hunian yang layak dan nyaman. 

Ia menegaskan pemerintah terus mengebut proses pemindahan pengungsi yang masih berada di tenda ke huntara maupun ke tempat tinggal yang lebih layak melalui skema dana tunggu hunian (DTH) sebelum Idulfitri 1447 Hijriah.

Berdasarkan data yang dikantonginya, dari tiga provinsi terdampak bencana di wilayah Sumatera, baru Provinsi Sumatera Barat yang jumlah pengungsi di tendanya mencapai nol.

"Nah ini target kami dengan BNPB kemarin semua akan di huntara dan untuk masalah makanannya nanti, 10 hari ke depan ditanggung oleh BNPB. Setelah itu akan menggunakan uang lauk pauk, jadup istilahnya dari Kementerian Sosial," tutur Tito.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apresiasi Safari Ramadhan Polri, Boni Hargens: Bentuk Nyata Polri Bertransformasi
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Rizki Sadig Salurkan Paket Berkebun di Kediri, Ajak Warga Manfaatkan Lahan Rumah
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN dan Kemendag Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Silaturahmi dengan Para Kiai dan Tokoh Organisasi Islam, Presiden Prabowo Bangun Sinergi Pemerintah dan Tokoh Agama
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Catat, Mulai 28 Maret Akun Anak Usia di Bawah 16 Tahun Dinonaktifkan
• 18 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.