Penulis: Dhian Adhie
TVRINews, Yogyakarta
Tim SAR gabungan mengerahkan empat ekskavator untuk menyisir material vulkanik di Sungai Senowo.
Upaya pencarian dua warga yang hilang akibat terjangan banjir lahar hujan Gunung Merapi memasuki fase krusial pada Jumat 6 Maret 2026. Tim SAR gabungan memutuskan untuk menambah kekuatan alat berat guna menembus tumpukan material vulkanik yang masif di sepanjang aliran Sungai Senowo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.
Memasuki hari keempat operasi, fokus utama petugas adalah memindahkan deposit pasir dan batu besar yang terbawa arus sungai saat bencana terjadi pada Selasa 3 maret 2026 lalu. Pengerahan teknologi mekanik ini dinilai vital mengingat kendala medan yang tidak memungkinkan untuk dievakuasi secara manual sepenuhnya.
Perluasan Radius Pencarian
Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur, Arif Yulianto, mengonfirmasi adanya penambahan armada untuk mengoptimalkan kinerja di lapangan. Penguatan ini diharapkan dapat mempercepat deteksi keberadaan korban di bawah endapan material.
"Hari ini kami mendapatkan tambahan satu unit alat berat, sehingga total menjadi empat unit yang beroperasi dalam misi pencarian ini," ujar Arif saat memberikan keterangan di lokasi operasi.
Selain pengerahan alat berat, personel lapangan yang terbagi dalam tiga unit penyelamat (Search and Rescue Unit) tetap melakukan penyisiran darat. Radius pencarian kini telah diperluas hingga mencapai tujuh kilometer dari titik awal hilangnya korban.
Dampak Kerusakan dan Evakuasi Armada
Bencana banjir lahar yang terjadi awal pekan ini tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga melumpuhkan aktivitas pertambangan rakyat di kawasan tersebut. Berdasarkan data terkini, tiga orang telah dikonfirmasi meninggal dunia, sementara enam lainnya mengalami luka-luka.
Di sisi lain, upaya pemulihan material terus menunjukkan progres. Sejumlah armada operasional yang sempat terjebak dalam terjangan lahar mulai berhasil dievakuasi.
• Evakuasi Kendaraan: Sebanyak 12 truk pengangkut dan dua alat berat berhasil ditarik dari material banjir pada Kamis sore.
• Update Terkini: Satu unit truk tambahan berhasil dievakuasi oleh tim pada Jumat siang.
Hingga berita ini diturunkan, operasi kemanusiaan yang melibatkan berbagai unsur lintas instansi masih terus berlangsung. Petugas tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat aktivitas vulkanik dan curah hujan di hulu Merapi yang masih fluktuatif.
Editor: Redaktur TVRINews





