Bisnis.com, JAKARTA – Asian Agri dan Apical menyatakan manfaat yang dihasilkan oleh industri kelapa sawit tidak muncul secara instan, melainkan merupakan hasil dari pengelolaan yang terintegrasi di sepanjang rantai nilai.
Director of Corporate Affairs RGE Palm Business Johan Kurniawan mengatakan di sektor hulu, Asian Agri memastikan pengelolaan perkebunan dimulai dari dasar yang tepat.
Hal ini mencakup penggunaan bibit unggul Topaz, penerapan praktik budidaya yang bertanggung jawab, serta program peremajaan atau replanting untuk menjaga produktivitas tanpa membuka lahan baru.
Menurutnya, kemitraan dengan petani juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit.
“Keberlanjutan tidak mungkin dibangun sendirian. Kemitraan yang kuat dengan petani menjadi kunci untuk menciptakan industri kelapa sawit yang tangguh dan bertanggung jawab,” ujarnya dalam Buka Puasa Asian Agri dan Apical bersama Media, Kamis (5/3/2026).
Di sisi lain, untuk sektor hilir, Apical mengolah minyak sawit menjadi berbagai produk bernilai tambah melalui rantai pasok yang terintegrasi.
Baca Juga
- Bupati Siak Minta Pabrik Kelapa Sawit Ambil 100% Pekerja Lokal
- Kelapa Sawit RI Tembus Amerika Latin, Sumsel Ekspor 95.400 Benih ke Peru
- RI Terus Nego Tarif Trump, Kelapa Sawit Cs Diupayakan Kena 0%
Produk tersebut tidak hanya hadir dalam bentuk minyak goreng, tetapi juga menjadi bahan baku bagi berbagai kebutuhan industri, mulai dari oleokimia hingga energi terbarukan seperti sustainable aviation fuel (SAF).
Johan menekankan ke depan Asian Agri dan Apical berupaya mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan yang tidak hanya ditentukan oleh inovasi dan produktivitas, tetapi juga oleh integritas, kemitraan, serta komitmen untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.





