Persijap Jepara bermain imbang 0-0 dengan Persis Solo dalam laga lanjutan Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis (5/3) malam WIB. Usai laga, oknum dari kedua kubu suporter terlibat bentrok. Polres Jepara pun meringkus belasan orang.
Kapolres Jepara, AKBP Hadi Kristanto, melalui Kasi Humas Polres Jepara, AKP Dwi Prayitna, mengatakan bahwa saat ini ada sebelas oknum suporter yang diamankan. Ia menyampaikan, penyebab kericuhan karena saling ejek antarsuporter.
"Penyebab kericuhan karena saling ejek antarsuporter. Kemudian saling melempar batu. Masing-masing korlap suporter kewalahan untuk melerai," katanya saat dihubungi kumparan, Jumat (6/3).
Ia menjelaskan, atas insiden itu, beberapa suporter mengalami luka ringan. Selain itu, beberapa fasilitas umum di terminal seperti kursi dan pot bunga mengalami kerusakan.
"Beberapa oknum suporter melakukan perusakan fasilitas umum. Terkait kerugian materinya masih dalam tahap pendataan," sambungnya.
Sementara itu, terkait adanya kabar di media sosial beberapa oknum suporter menyerang rumah warga, pihak kepolisian belum menerima adanya laporan tersebut. Pihaknya menjelaskan, anggota kepolisian telah mengawal suporter Solo meninggalkan wilayah Jepara.
"Kami mengimbau masyarakat Jepara tidak terprovokasi serta tetap menjaga kondusivitas," imbuhnya.
Adapun saat ini Persijap berada di peringkat 15 dengan raihan 20 poin. Sedangkan Persis berada di peringkat 17 atau satu tingkat dari jurang degradasi.





