Perintah puasa Ramadan tak sekadar untuk menahan haus dan lapar dari Subuh hingga Magrib. Kita juga diminta untuk menahan hawa nafsu dengan mengendalikan emosi serta menghindari perilaku maksiat.
Dalam Kitab Ihya' Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menyebut bahwa tujuan puasa adalah penyucian jiwa dari syahwat. Orang-orang yang berhasil menahan hawa nafsu, derajatnya akan diangkat, Ladies.
Nah, hawa nafsu ini banyak bentuknya. Salah satu yang paling sering tidak disadari adalah keinginan untuk menggunjing orang lain alias ghibah.
Apalagi zaman sekarang membicarakan kejelekan orang lain seolah makin mudah dengan masifnya penggunaan media sosial. Komentar-komentar jahat bisa dengan cepat menyebar, tanpa kita perlu tahu soal kebenarannya.
Hati-hati ya, Ladies! Tanpa disadari, hal tersebut bisa menghilangkan pahala puasa. Perilaku ghibah bahkan sama seperti memakan daging saudara sendiri, lho.
Allah SWT berfirman:
Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (QS Al-Hujurat: 12)
Lantas, bagaimana cara menghindari ghibah online? Apa yang bisa kita lakukan agar selama puasa dapat menjadi lebih sabar?
Yuk, temukan jawabannya di Sekilas Dakwah Eps 3 bersama AQUA yang 100% murni! Dalam episode kali ini, Ustaz Muhammad Assad akan menjelaskan makna puasa sesungguhnya, termasuk menjaga lisan dan jari agar tidak menyinggung orang lain.
AQUA mendukung Sekilas Dakwah sebagai #TemanAdemRamadan, agar kita semua bisa semakin mendalami makna bulan suci dengan penuh kedamaian. Nah, biar Ramadan makin adem, langsung klik video di bawah ya!





