Ratusan Profesor dan Profesional Keturunan Iran Serukan Pengembalian Kekuasaan kepada Rakyat

erabaru.net
9 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, ratusan profesor universitas dan profesional teknologi keturunan Iran di seluruh dunia mengeluarkan pernyataan bersama.

Mereka menyatakan bahwa rezim Iran saat ini tidak sah dan tidak memiliki legitimasi, serta menyerukan agar sisa kekuatan rezim segera menghentikan perlawanan dan mengembalikan kekuasaan kepada rakyat, guna mencegah negara mengalami pertumpahan darah dan kerusakan yang lebih besar.

(Tangkapan layar dari internet)

Pernyataan tersebut dirilis dalam bahasa Persia dan bahasa Inggris. Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa:

“Konstitusi suatu negara adalah perwujudan kehendak kolektif rakyat dan kontrak sosial antara rakyat dan negara. Konstitusi Republik Islam Iran, karena secara mendasar tidak sesuai dengan tuntutan mayoritas rakyat, telah kehilangan legitimasi.”

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa selama tiga puluh tahun terakhir, setiap permintaan warga untuk merevisi konstitusi atau mengadakan referendum nasional selalu ditanggapi oleh rezim dengan:

Karena itu, mereka menyatakan bahwa Konstitusi Republik Islam Iran, serta setiap lembaga, komite, atau individu yang memperoleh kekuasaan dari konstitusi tersebut, adalah sepenuhnya tidak sah dan ilegal.

(Daftar sebagian penandatangan, tangkapan layar dari internet)

Dalam pernyataan tersebut juga ditegaskan bahwa struktur pemerintahan Iran dan pemimpin masa depan negara itu harus sepenuhnya ditentukan oleh rakyat Iran melalui pemungutan suara.

Para penandatangan menyerukan agar semua sisa kekuatan rezim saat ini segera menyerahkan kekuasaan kepada pemilik sahnya, yaitu rakyat Iran, agar negara tidak mengalami lebih banyak pertumpahan darah dan kerusakan.

Mereka juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Iran guna membantu rekonstruksi dan kemakmuran negara setelah masa Republik Islam berakhir.

Hingga 3 Maret 2026 pukul 17:00, jumlah penandatangan pernyataan tersebut telah mencapai 441 orang.

Para penandatangan mencakup:

Saat ini, jumlah penandatangan pernyataan tersebut masih terus bertambah.

Laporan gabungan oleh reporter Li Li / Editor: Lin Qing


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kuasai Bahasa Jawa Kromo Inggil, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Merasa Kritik ke Prabowo Justru Sangat Santun
• 13 jam laludisway.id
thumb
Terobosan Bareskrim di Balik Rp 58 M dari Kasus Judol Kini Masuk Kas Negara
• 14 jam laludetik.com
thumb
Mudik Lebaran 2026, Jumlah Angkutan Laut di Pelabuhan Sampit Bertambah 
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tengah Hamil Anak Pertama, Shenina Cinnamon Tetap Temani Angga Yunanda Sahur
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Polsek Mampang Ungkap Fakta Kasus Nabilah O'Brien: Beda Perkara Pencurian dan Laporan ITE
• 10 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.