Pulih Lebih Cepat dari Bencana: Ramai Suasana Ngabuburit-Berburu Takjil di Aceh

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Ramainya suasana ngabuburit dan berburu takjil di Lhokseumawe, Aceh, menjelang berbuka puasa seperti menandakan pemulihan bencana berjalan lebih cepat.

Sekitar dua bulan usai bencana melanda Aceh, masyarakat di Lhokseumawe sudah mulai bangkit. Hal ini terlihat sekali di Pasar Ramadan yang dibuka di pelataran Masjid Islamic Center Lhokseumawe.

Suasana sore dengan pemandangan awan biru membuat masyarakat tumplek di area pelataran. Dengan area halaman yang luas, mereka menikmati suasana menunggu azan Magrib itu meski hanya beralaskan sehelai tikar. Anak-anak juga tampak antusias bermain.

Salah satu daya tarik terbesar dari Pasar Ramadan ini tak lain adalah melimpahnya makanan yang dijajakan para pedagang usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Bagi para pedagang, suasana ramai ini tentu menjadi berkah. Muliza, pedagang timphan atau kue tradisional Aceh, bersyukur dengan keberadaan pasar ini.

“Pasar ini sangat menguntungkan buat kami yang berdagang,” kata Muliza, ditemui di lokasi Kamis (5/3).

Selama dua bulan terakhir pascabencana, usahanya sempat terhenti. Sejak Ramadan, pemerintah daerah kemudian membuka Pasar Ramadan.

“Kemarin itu dua bulan tersendat untuk usaha. Alhamdulillah di bulan puasa ini (lancar),” kata dia yang mengaku sudah dua minggu ini berjualan di Pasar Ramadan.

Ramainya pengunjung membuat dia bisa menjual hingga 800 keping thimpan per harinya. Muliza mengatakan bisa mengantongi keuntungan hingga Rp 1,5 juta.

“Alhamdulilah, kalau kemarin (saat bencana) sama sekali nggak ada (keuntungan) ya. (Sekarang) sekitar Rp 1,5 juta bersih untuk penjualan,” kata dia.

Muliza membuat sendiri thimpan yang dia jual. Thimpan adalah kue dari campuran tepung ketan, pisang, dan santan dengan isian khas seperti srikaya atau kelapa parut manis.

Agar tetap fresh, Muliza membungkus thimpan langsung di lokasi berjualan. Dan dalam waktu 1,5 jam, makanan sudah siap didagangkan.

Untuk memudahkan transaksi, Muliza menyediakan metode digital dengan menyediakan kode QR atau QRIS. Dengan adanya QRIS ini masyarakat tak perlu repot lagi mengeluarkan uang tunai. Muliza pun tak perlu repot lagi mencari kembalian. Meski begitu, dia tetap melayani pembelian secara tunai.

Zakkil Mubarak, warga setempat, senang dengan adanya Pasar Ramadan ini. Pasalnya, banyak pilihan makanan yang bisa dia cicipi.

“Banyak UMKM yang dilibatkan. Dan apa yang kita cari ada di sini,” kata dia.

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, mengatakan antusiasme pelaku UMKM berjualan di Pasar Ramadan Lhokseumawe luar biasa. Masyarakat pun berbondong-bondong datang karena beragamnya makanan yang dijual.

“Sehingga ini menjadi semacam motivasi untuk melewati bencana. Untuk kembali melakukan aktivitas ekonomi, sehingga masyarakat bisa menghidupi keluarganya,” kata Sayuti.

Menurutnya, pemerintah daerah hanya memberikan fasilitas tempat. “Tentunya Pemkot akan membantu memberikan fasilitas apa pun. Agar pelaku UMKM ini bisa bertambah dan tentunya omzetnya bisa bertambah,” kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dinasti Politik dan Bisnis Bupati Pekalongan: Libatkan Suami, Anak hingga Pembantu Rumah Tangga
• 5 jam lalurealita.co
thumb
Luncurkan Buku, Syahganda Nainggolan Bedah Arah Demokrasi hingga Tawarkan Kerangka Ide Bernama "Prabowonomics"
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Wakil Indonesia Berguguran di Babak 8 Besar All England 2026
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Militer Iran Siap, Invasi Darat Akan Jadi Bencana Besar bagi AS
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Delpedro Usai Divonis Bebas: Ini Kemenangan Seluruh Tahanan Politik
• 7 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.