Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara terkait stok bahan bakar minyak (BBM) di Jakarta di tengah perang yang terjadi antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Dia menegaskan stok BBM di Jakarta sampai saat ini masih tersedia hingga Lebaran 2026. Menurut Pramono, Jakarta selalu menjadi prioritas untuk penyaluran BBM.
“Kalau BBM, Jakarta tentunya selalu menjadi prioritas untuk stoknya, karena kami juga punya stok sendiri sehingga mudah-mudahan di BBM di Jakarta dalam rangka menyambut Idul Fitri, terutama bagi yang mudik,” ujar Pramono di Setu Babakan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).
Meski demikian, dia mendorong kepada masyarakat untuk mudik ke Jakarta agar stok BBM milik Jakarta tetap awet.
“Walaupun saya tetap mendorong untuk mudik ke Jakarta supaya BBM-nya juga tidak dibuang ke mana-mana, maka mudah-mudahan itu bisa berjalan dengan baik,” jelas Pramono.
Sebelumnya, Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menanggapi terkait penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi konflik dengan Israel dan AS.
Dia mengatakan Iran telah mempertimbangkan secara matang terkait dampak yang dirasakan secara global apabila terjadi penutupan Selat Hormuz.
Menurut Boroujerdi, penutupan Selat Hormuz justru merupakan bagian dari taktik yang dilakukan AS dan Israel. Dia mengatakan kedua pihak itu secara sadar menyeret perang ke arah Selat Hormuz.
“Ini merupakan upaya dari rezim Zionis dan Amerika Serikat,” kata Boroujerdi saat konferensi pers di rumah dinasnya, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
“Kita melihat bahwa sebelumnya pada saat perang 12 hari, rezim Zionis Israel berupaya agar Selat Hormuz dibuat tidak aman dan menyeret perang ke arah Selat Hormuz,” jelasnya.
Boroujerdi menyebut kedatangan beberapa kapal induk AS ke Selat Hormuz semakin memperkeruh keadaan.
“Dan kali ini, kapal-kapal induk Amerikalah yang datang ke wilayah Selat Hormuz dan menyerang integritas Iran, kesatuan Iran, dan wilayah Republik Islam Iran,” kata dia.
Lebih lanjut, Boroujerdi menjelaskan bahwa selama ini Iran justru berupaya menjaga kawasan tersebut tetap stabil dan aman dari perang.




