Jakarta, VIVA – Produsen otomotif asal Amerika Serikat, Ford, kembali melakukan penarikan kendaraan dalam jumlah besar. Kali ini, masalah berasal dari kamera belakang (rearview camera) yang dilaporkan tidak bekerja dengan benar dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan saat kendaraan mundur.
- VIVA/Krisna Wicaksono
Penarikan ini menjadi bagian dari rangkaian recall yang dilakukan Ford dalam beberapa tahun terakhir terkait sistem kamera mundur pada sejumlah model kendaraan.
Dikutip VIVA dari Carscoops Jum'at, 6 Maret 2026, masalah utama pada kendaraan yang ditarik kembali adalah gambar kamera belakang yang bisa tidak muncul, terlambat tampil, atau terlihat terdistorsi ketika mobil dimasukkan ke posisi mundur.
Kondisi ini membuat pengemudi tidak dapat melihat area di belakang kendaraan secara jelas melalui layar infotainment.
Padahal, kamera mundur merupakan fitur keselamatan penting yang kini diwajibkan pada kendaraan modern di banyak negara. Jika gambar tidak muncul saat dibutuhkan, risiko menabrak objek atau pejalan kaki di belakang mobil bisa meningkat.
Dalam laporan recall terbaru, Ford menyebutkan bahwa lebih dari 1,4 juta kendaraan di Amerika Serikat terlibat dalam masalah kamera belakang ini.
Beberapa model populer yang termasuk dalam daftar recall antara lain:
- Ford Explorer
- Ford Escape
- Ford Mustang
- Ford Fiesta
- Ford Fusion
- Ford Flex
- Lincoln MKZ dan Lincoln MKT
Sebagian besar kendaraan tersebut berasal dari model tahun 2015 hingga 2020 yang menggunakan sistem kamera analog.
Investigasi yang dilakukan menunjukkan bahwa gangguan dapat berasal dari perangkat kamera atau sistem elektronik yang mengirimkan gambar ke layar kendaraan. Dalam beberapa kasus, gambar kamera bisa membeku (freeze), muncul terlambat, atau bahkan menampilkan layar kosong.
Situasi tersebut dianggap tidak memenuhi standar keselamatan kendaraan karena pengemudi kehilangan visibilitas saat melakukan manuver mundur.
Untuk mengatasi masalah ini, Ford akan meminta pemilik kendaraan yang terdampak untuk membawa mobil mereka ke dealer resmi. Teknisi akan memeriksa sistem kamera dan mengganti komponen yang rusak tanpa biaya bagi pemilik kendaraan.
Dalam beberapa kasus lain, pembaruan perangkat lunak juga dapat dilakukan untuk memperbaiki masalah tampilan kamera.





