JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah telah menghitung dampak jika harga minyak dunia meningkat hingga 92 dolar AS per barel. Menurutnya, simulasi tersebut, defisit APBN berpotensi melebar.
"Yang jelas kita udah exersice sampe kalau harga minyak naik ke 92 dolar apa dampaknya ke defisit. Kalau tidak ada apa-apa kita naik ke 3,6 persen dari PDB," katanya saat media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat 6 Febuari 2026.
BACA JUGA:Wow! JIS Berpeluang Besar Jadi Venue Konser BTS di Jakarta, Jakpro: Diumumkan April
BACA JUGA:Link Daftar Mudik Gratis Polres Bogor 2026, Dibuka 7-8 Maret! Jangan sampai Ketinggalan
Meski demikian, pemerintah berupaya menjaga agar defisit tetap berada di bawah batas 3 persen melalui berbagai langkah penyesuaian belanja negara.
Ia menyebut, salah satu cara dengan melakukan penggeseran atau penundaan sejumlah program yang dinilai tidak terlalu mendesak.
"Biasanya kita melakukan langkah -langkah penyesuaian sehingga bisa menjaga tetap di bawah 3 persen. Kalau harga minyak 92 dolar apakah itu kiamat buat kita? Enggak, kita dulu pernah melewati keadaan dimana harganya sampe150 dolar per barel," tegasnya.
Dengan begitu, Purbaya mengatakan tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) apabila tekanan terhadap anggaran negara semakin besar.
BACA JUGA:Bank Indonesia : Cadangan Devisa Tetap Tinggi dan Terkendali
BACA JUGA:Raih Dua Rekor MURI, Sarihusada Perkuat Edukasi Gizi Lewat Kampanye 'Pejuang Berat Badan Anak'
"Agak melambat tapi gak jatuh jadi kita punya pengalaman pengalaman mengatasi itu, kalau emang anggarannya gak kuat sekali gak ada jalan lain yang kita share dengan masyarakat sebagian. Artinya ada kenaikan BBM kalau emang harganya tinggi sekali," ujarnya.
Purbaya menegaskan kenaikan harga BBM bukan satu-satunya opsi kebijakan. Pemerintah masih memiliki berbagai langkah lain untuk menahan pelebaran defisit, termasuk melakukan efisiensi belanja.
"Nah kalau itu kita akan melakukan langkah-langkah supaya itu tidak terjadi bisa ada yang lain kan, bisa penghematan misalnya pengelaman di MBG," tutupnya.




