Kemenpar Siapkan Langkah Mitigasi Pariwisata Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

suarasurabaya.net
10 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan sejumlah kebijakan mitigasi di sektor pariwisata untuk mengantisipasi dampak konflik di kawasan Timur tengah.

“Situasi ini masih terus kita pantau. Kami akan melihat laporan-laporan terbaru, termasuk perkembangan di Bali, untuk memastikan langkah mitigasi yang tepat bagi sektor pariwisata,” kata Ni Luh Puspa Wakil Menteri Pariwisata dikutip dari Antara, Jumat 96/3/2026).

Pemerintah hendaknya terus memantau perkembangan situasi yang berkaitan dengan penerbangan yang berhubungan dengan kawasan Timur Tengah.

Ni Luh menyampaikan kekhawatiran eskalasi konflik akan memengaruhi kunjungan turis ke Indonesia.

Merespon situasi global terkini, Kemenpar berencana untuk memperkuat strategi promosi untuk melakukan penetrasi pasar atau meningkatkan pangsa pasar di kawasan Asia dan Pasifik.

“Arahan dari Ibu Menteri Pariwisata, kita akan memperkuat pasar Asia dan Pasifik. Dengan strategi ini diharapkan dampak dari situasi di Timur Tengah tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan, termasuk organisasi pariwisata dunia UN Tourism, untuk memantau perkembangan situasi global dan dampaknya terhadap mobilitas turis.

Untungnya, gangguan operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali relatif kecil, yakni sekitar 0,5 persen.

Situasi tersebut dinilai karena sebagian turis telah melakukan penyesuaian rute penerbangan melalui sejumlah jalur alternatif di kawasan Asia seperti Malaysia, Singapura, dan Hong Kong.

Berdasarkan data konektivitas penerbangan, proporsi terbesar berasal dari Malaysia sebesar 28 persen, diikuti Singapura 18 persen. Sebab inilah kedua negara itu selama ini menjadi simpul konektivitas utama penerbangan menuju Indonesia.

Data kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025 juga menunjukkan bahwa lima negara penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia berasal dari kawasan Asia dan Pasifik, yakni Malaysia, Australia, Singapura, China, dan Timor Leste.(ant/mar/wld/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Buntut Ulah Suporter yang Belum Disiplin, PSSI Beri Sinyal Larangan Away Berlanjut di Super League Musim Depan
• 50 menit lalutvonenews.com
thumb
Kronologi Mahasiswa Geruduk Acara Diskusi Buku yang Dihadiri Dasco di ITB
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Prospek Cuaca Sepekan ke Depan hingga 12 Maret 2026, Ini Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Serahkan 149 Bukti dalam Sidang Praperadilan Gus Yaqut di PN Jakarta Selatan
• 17 jam lalusuara.com
thumb
Pertamina Jaga Cadangan BBM di Atas 21 Hari Selama Ramadan dan Idulfitri 2026
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.