Pendapatan BFI Finance Capai Rp6,7 Triliun pada 2025

medcom.id
12 jam lalu
Cover Berita
Tangerang Selatan: Industri pembiayaan sepanjang 2025 menghadapi tantangan yang cukup kompleks. Perubahan pola konsumsi masyarakat, tekanan terhadap daya beli, serta meningkatnya kehati-hatian terhadap risiko membuat perusahaan pembiayaan perlu menyesuaikan strategi bisnisnya.
 
Dalam situasi tersebut, PT BFI Finance Indonesia Tbk tetap mampu menjaga kinerja keuangannya. Sepanjang 2025, perusahaan mencatat total pendapatan sebesar Rp6,7 triliun, meningkat sekitar 6,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Baca juga: BFIN Raih Laba Bersih Rp1,167 Triliun

Presiden Direktur BFI Finance Sutadi mengatakan bahwa perusahaan berupaya menjaga ketahanan bisnis dengan memperkuat kualitas portofolio pembiayaan sekaligus memastikan operasional tetap adaptif terhadap perubahan pasar.
 
Menurutnya, fondasi permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, serta pengelolaan risiko yang disiplin menjadi faktor utama yang mendukung stabilitas perusahaan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

“Kinerja ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu menjaga resiliensi bisnis dengan permodalan yang solid serta profil risiko yang tetap terkendali. Hal tersebut juga didukung oleh kerja sama tim yang kuat serta kepercayaan dari konsumen, investor, dan para pemangku kepentingan,” ujarnya.
 
Dari sisi neraca, total aset perusahaan tercatat mencapai Rp25,5 triliun pada akhir 2025 atau meningkat sekitar 1,4% dibandingkan posisi pada 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan piutang yang dikelola (managed receivables) sebesar 8,9% secara tahunan menjadi Rp26,3 triliun.
 
Di sisi penyaluran pembiayaan, BFI Finance membukukan pembiayaan baru senilai Rp21,9 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut tumbuh sekitar 9,3% dibandingkan realisasi pembiayaan pada 2024.
 
Portofolio pembiayaan perusahaan masih didominasi oleh segmen produktif. Hingga akhir Desember 2025, pembiayaan untuk kebutuhan modal kerja menyumbang sekitar 57,3% dari total piutang dikelola, sementara pembiayaan investasi berkontribusi 17,6%.
 
Adapun pembiayaan untuk kebutuhan multiguna memiliki porsi 22%, sedangkan pembiayaan berbasis syariah menyumbang sekitar 3,1% dari total portofolio.
 
Dari sisi profitabilitas, laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp1,581 triliun atau tumbuh sekitar 1% dibandingkan tahun sebelumnya. BFI Finance juga mampu menjaga kualitas aset dengan rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) pada level yang relatif rendah.
 
Per 31 Desember 2025, rasio NPF bruto tercatat sebesar 1,39% dan NPF neto sebesar 0,22%. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata industri pembiayaan yang masing-masing berada di level bruto 2,51% dan neto 0,77% berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Selain itu, beberapa rasio keuangan utama juga menunjukkan kondisi yang sehat. Return on Asset (ROA) tercatat sebesar 7,9% dan Return on Equity (ROE) sebesar 14,8%. Sementara gearing ratio berada di level 1,3 kali.
 
Di tengah upaya menjaga kinerja, perusahaan tetap mempertahankan komitmennya dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Sepanjang 2025, BFI Finance telah membagikan dividen sebesar Rp902 miliar untuk tahun buku 2024.
 
Perusahaan juga membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025 pada 18 Desember 2025 sebesar Rp35 per saham atau dengan total nilai sekitar Rp520 miliar.
 
Manajemen menilai stabilitas kinerja dan pengelolaan risiko yang terjaga menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis pada periode mendatang. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bijak Makan AYCE Penting Agar tidak Terkena GERD
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Preview Cagliari vs Como: Ambisi I Lariani Tembus 4 Besar
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Puluhan Musisi Bersatu lewat Friends of Palestine, Himpun Donasi Rp 130 Juta
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Percobaan Begal Subuh di Bekasi, Suami Tabrak Pelaku yang Todong Istri dengan Celurit
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Jaksa Kalah, Delpedro Divonis Bebas, Yusril: Perkara Sudah Final, Pemerintah Menghormati
• 3 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.