tvOnenews.com - Kasus hukum yang menjerat selebgram sekaligus pemilik restoran, Nabilah O’Brien, kini menjadi perhatian publik.
Niat awalnya memviralkan dugaan pencurian yang terjadi di tempat usahanya justru berujung pada penetapan dirinya sebagai tersangka.
Situasi ini membuat Komisi III DPR RI turun tangan dan berencana memanggil Nabilah dalam forum resmi.
Komisi III DPR RI diketahui akan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk membahas polemik hukum yang dialami Nabilah O’Brien.
Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk menelaah kasus yang saat ini ramai diperbincangkan masyarakat.
Menurut Habiburokhman, pihaknya ingin mendapatkan gambaran utuh mengenai perkara tersebut, terutama karena Nabilah mengaku sebagai korban pencurian namun justru ditetapkan sebagai tersangka.
Hal ini memunculkan berbagai pertanyaan publik terkait proses hukum yang berlangsung.
- tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira
“Komisi III DPR RI akan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) kasus pemilik resto Nabilah O’Brien pada hari Senin besok yang mengaku sebagai korban pencurian yang justru dijadikan tersangka,” kata Habiburokhman dalam keterangan resminya pada Jumat, 6 Maret 2026.
Dalam rapat tersebut, Komisi III DPR juga berencana mengundang sejumlah pihak terkait.
Selain Nabilah O’Brien, DPR akan menghadirkan kuasa hukum Nabilah serta aparat penegak hukum yang menangani perkara tersebut.
Hal ini dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap kinerja lembaga penegak hukum.
Habiburokhman berharap forum RDPU dapat memberikan kejelasan terkait kasus yang tengah menjadi sorotan publik ini.
“Kami akan mengundang Nabilah bersama kuasa hukumnya serta aparat penegak hukum terkait,” ujar Habiburokhman.
Ia juga menambahkan bahwa DPR ingin memastikan tidak ada warga negara yang mengalami kriminalisasi dalam proses hukum.
Oleh karena itu, pembahasan mendalam melalui RDPU dianggap penting untuk memperoleh informasi dari berbagai pihak.
Kasus ini bermula ketika Nabilah O’Brien memviralkan dugaan pencurian yang terjadi di restoran miliknya.




