Pantau - Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mengumumkan bahwa penerbangan internasional rute Dubai yang dilayani maskapai Emirates mulai kembali beroperasi secara bertahap setelah Bandara Internasional Dubai kembali dibuka menyusul penutupan ruang udara akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, menyampaikan bahwa maskapai Emirates telah kembali menerbangkan pesawat yang sebelumnya tertahan di Bali.
Ia mengungkapkan, "Dapat kami informasikan bahwa maskapai Emirates telah menerbangkan kembali satu pesawat yang sempat melakukan remain over night (menginap) di Bandara I Gusti Ngurah Rai sejak 28 Februari."
Pesawat tersebut sebelumnya tertahan di Bandara I Gusti Ngurah Rai sejak 28 Februari akibat penutupan ruang udara yang terjadi karena konflik di kawasan Timur Tengah.
Pesawat tersebut akhirnya kembali diterbangkan menuju Dubai pada Kamis, 5 Maret 2026.
Penerbangan tersebut menggunakan nomor penerbangan EK369 dengan tujuan Dubai.
Pesawat yang digunakan dalam penerbangan tersebut adalah Airbus A380.
Pesawat EK369 lepas landas dari Denpasar menuju Dubai pada pukul 00.42 Wita pada Kamis dini hari.
Penerbangan tersebut menjadi penerbangan pertama maskapai Emirates dari Denpasar menuju Dubai setelah sebelumnya terjadi penutupan ruang udara akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran di kawasan Timur Tengah.
Penerbangan Kedatangan dari Dubai Juga Kembali BeroperasiSelain penerbangan keberangkatan menuju Dubai, penerbangan kedatangan dari Dubai menuju Bali juga kembali beroperasi.
Gede Eka Sandi Asmadi mengatakan bahwa Bandara I Gusti Ngurah Rai juga telah melayani kedatangan pesawat Emirates dari Dubai.
Ia mengungkapkan, "Adapun pada Jumat sore tadi, Bandara I Gusti Ngurah Rai melayani kedatangan Emirates dengan nomor penerbangan EK368 dari Dubai, penerbangan yang menggunakan pesawat Airbus A380 tersebut mendarat di Bali pada pukul 16.30 Wita."
Pihak pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai memastikan akan terus melakukan koordinasi intensif dengan maskapai-maskapai yang terdampak.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan operasional penerbangan karena belum semua rute internasional menuju kawasan Timur Tengah kembali dibuka.
Ribuan Penumpang Terdampak Pembatalan PenerbanganBandara I Gusti Ngurah Rai mencatat sejak 28 Maret 2026 terdapat 64 jadwal penerbangan internasional yang mengalami pembatalan.
Jumlah tersebut terdiri dari 34 penerbangan keberangkatan dan 30 penerbangan kedatangan.
Penerbangan yang terdampak pembatalan berasal dari sejumlah maskapai yang melayani rute Timur Tengah.
Maskapai tersebut antara lain Qatar Airways untuk rute Doha-Denpasar dan Denpasar-Doha.
Maskapai Emirates untuk rute Dubai-Denpasar dan Denpasar-Dubai.
Maskapai Etihad Airways untuk rute Abu Dhabi-Denpasar dan Denpasar-Abu Dhabi.
Akibat pembatalan penerbangan tersebut sebanyak 8.187 penumpang keberangkatan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai terdampak.
Pihak bandara memastikan bahwa penanganan terhadap para penumpang terdampak telah dilakukan sesuai kebijakan masing-masing maskapai.
Bandara juga menyiapkan pengaturan parkir pesawat yang penerbangannya terdampak.
Saat ini area parkir pesawat tersebut dialokasikan untuk empat pesawat dari tiga maskapai penerbangan.
Gede Eka Sandi Asmadi mengatakan bahwa pihak bandara juga menyediakan layanan khusus bagi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan.
Ia mengungkapkan, "Kami turut menyediakan area pelayanan help desk maskapai dan melakukan koordinasi dengan Kantor Imigrasi untuk penyediaan konter pelayanan imigrasi untuk pengurusan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT) bagi penumpang terdampak."
Area help desk maskapai dan konter pelayanan imigrasi tersebut berada di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Pihak bandara juga mengimbau calon penumpang pesawat untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan masing-masing.
Hal tersebut dilakukan agar penumpang mendapatkan pembaruan informasi terkait jadwal penerbangan terbaru.




