Pertemuan Rachmat Pambudy dan Airbus Bahas Penguatan Industri Dirgantara Nasional serta Peluang Pusat MRO Asia-Pasifik

pantau.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy membahas penguatan kemitraan strategis dan peluang pengembangan industri dirgantara nasional secara berkelanjutan dengan Airbus saat menerima kunjungan Presiden Airbus Asia-Pacific Anand Stanley di Jakarta.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi strategis Indonesia dengan Airbus sekaligus mendorong transformasi sektor transportasi udara serta pengembangan industri dirgantara nasional agar memiliki daya saing global.

Rachmat Pambudy menegaskan bahwa sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada konektivitas udara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan mobilitas masyarakat.

"Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada konektivitas udara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta mobilitas masyarakat. Inovasi teknologi dan efisiensi operasional pesawat jadi faktor penting dalam menjawab kebutuhan itu," ungkapnya.

Airbus Tawarkan Pesawat Ultra Jarak Jauh

Rachmat menjelaskan bahwa Airbus bukan hanya mitra strategis bagi Indonesia, tetapi juga memiliki sejarah panjang dalam industri dirgantara.

Ia juga memuji komitmen Airbus yang terus memperbarui pesawat pada tahun ini dan menilai langkah tersebut sangat mengesankan.

Airbus dalam pertemuan tersebut menyampaikan kesiapan untuk mempercepat proses pengiriman pesawat bagi kebutuhan armada nasional dengan estimasi waktu sekitar 24 bulan sejak penandatanganan kontrak.

Perusahaan dirgantara asal Eropa itu juga menawarkan pesawat berbadan lebar untuk penerbangan ultra jarak jauh yang mampu menghubungkan Indonesia secara langsung ke berbagai destinasi global seperti New York dan London.

Pesawat ultra jarak jauh yang ditawarkan Airbus memiliki kapasitas hingga 480 kursi tergantung konfigurasi kabin.

Peluang Indonesia Jadi Pusat MRO Kawasan

Selain pengadaan pesawat, Airbus juga membuka peluang menjadikan Indonesia sebagai pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) untuk kawasan Asia-Pasifik.

Fasilitas maintenance, repair, and overhaul tersebut direncanakan melayani kebutuhan penerbangan komersial maupun sektor pertahanan.

Menanggapi hal itu, Rachmat Pambudy menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah dan Airbus harus melampaui sekadar pengadaan pesawat.

"Penguatan ekosistem dirgantara nasional mencakup pengembangan sumber daya manusia, sistem perawatan dan pemeliharaan (MRO), serta peningkatan kapasitas industri dalam negeri agar Indonesia tak hanya menjadi pasar, tetapi juga pusat pertumbuhan industri dirgantara kawasan," ujarnya.

Secara global Airbus mengalokasikan sekitar 6 miliar dolar AS setiap tahun untuk desain dan ekspansi manufaktur.

Di kawasan Asia Airbus juga menginvestasikan sekitar 4 miliar dolar AS per tahun untuk pengembangan riset, taman industri, dan fasilitas produksi.

Kegiatan investasi tersebut didukung oleh sekitar 10 ribu karyawan dari 70 kewarganegaraan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot Jambi Data Santri Penerima MBG
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Pemprov DKI Jakarta Sediakan Pemakaman Gratis di 82 TPU, Ini Fasilitas dan Cara Mengurusnya
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Link Live Streaming BRI Super League: Arema FC Vs Bali United
• 11 jam lalubola.com
thumb
Komisaris Independen TASPEN Tinjau Langsung Penyerahan THR di Makassar
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BGN Pecat Kepala SPPG Lampung Timur Terduga Pelaku Pencabulan Anak
• 20 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.