JAKARTA, KOMPAS.TV - Permainan yang tidak sabaran dan mudah kehilangan kontrol menjadi penyebab utama tumbangnya pasangan ganda putra Indonesia, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat di babak perempat final All England 2026.
Bertanding di Utilita Arena Birmingham, Jumat, Rian/Rahmat takluk dari unggulan China, Chen Bo Yang/Liu Yu, dalam dua gim langsung dengan skor 16-21 dan 10-21.
Rahmat mengakui mentalnya terganggu sepanjang pertandingan. Lawan yang sulit dimatikan membuat kepercaya dirinya berangsur-angsur runtuh, khususnya di area permainan depan net.
"Hari ini kami bermain tidak sabar, tidak kontrol karena lawan tidak mudah mati," papar Rahmat dikutip dari Antara, Jumat (6/3/2026).
Baca Juga: Hasil All England Hari Ini: Empat Wakil Indonesia Kandas di Perempat Final
"Mereka bermain panjang dan beberapa kali bolanya bisa diambil tapi lewat dari saya yang membuat saya kurang percaya diri di permainan depan," sambungnya.
Rian pun berbicara senada. Ia menilai penampilan mereka jauh dari standar terbaik, sementara di sisi lain Chen/Liu tampil nyaris sempurna dengan sistem pertahanan yang rapat dan kemampuan membaca alur serangan lawan.
"Permainan mereka hari ini sangat baik terutama dari sisi pertahanannya sangat rapat dan tidak mudah ditembus," jelas Rian menambahkan.
"Ini membuat kami kehilangan cara untuk mematikan bola. Saya rasa mereka juga bertambah percaya dirinya ketika beberapa kali bola tanggung gagal kami manfaatkan dan berhasil mereka kembalikan," imbuhnya.
Baca Juga: All England 2026: Raymond/Nikolaus Ungkap Kunci Kemenangan Atas Fajar/Fikri
Penulis : Gilang Romadhan Editor : Deni-Muliya
Sumber : Antara
- All England 2026
- Rahmat Hidayat
- Ganda Putra Indonesia
- Chen Bo Yang Liu Yu
- Bulu Tangkis
- Muhammad Rian Ardianto





