JAKARTA, KOMPAS.com – Pemilik restoran Bibi Kelinci, Nabilah O’Brien, menangis saat menceritakan kesedihannya setelah ditetapkan sebagai tersangka pencemaran nama baik.
Hal itu terjadi karena sepasang suami istri, ZK dan ERS, mengambil 14 menu makanan dari restorannya tanpa membayar. Kerugian yang dialami restoran diperkirakan Rp530.150.
“Untuk Bapak Z dan Ibu E. Saya ingin bertanya langsung, di mana hati nurani kalian? Kalian datang ke tempat saya, mengambil 14 produk makanan dan minuman kami tanpa membayar sepeser pun,” tutur Nabilah kepada wartawan, Jumat (6/3/2026).
Baca juga: Duduk Perkara Owner Bibi Kelinci Jadi Tersangka Usai Unggah CCTV Pencurian di Restorannya
Tak hanya dilaporkan, Nabilah juga dituntut Rp1 miliar sebagai syarat perdamaian. Namun, ia menolak.
“Saya ini hanya rakyat, pelaku usaha kecil yang sedang berjuang menghidupi banyak orang di belakang saya. Uang Rp1 miliar itu sangat tidak masuk akal dibandingkan dengan makanan yang kalian ambil,” ujarnya.
Nabilah mengatakan, lima bulan terakhir ia kesulitan berkonsentrasi bekerja karena dilaporkan balik oleh ZK dan ERS atas dugaan pencemaran nama baik. Padahal, rekaman CCTV menunjukkan kejadian benar adanya.
“Rekaman CCTV itu ada, dan CCTV itu tidak pernah berbohong. Saya mungkin tidak tahu atau tidak paham pasal-pasal hukum,” kata Nabilah.
Ia juga merasa sedih karena karyawannya dibentak dan dicaci maki oleh pelaku, padahal ia sendiri tidak pernah memperlakukan mereka buruk.
Kejadian bermula pada Jumat (19/9/2025), saat ER dan ZK mendatangi restoran dan kecewa karena pesanan mereka datang lebih lama. Lonjakan pesanan menyebabkan keterlambatan.
“Ibu ini masuk ke dalam kitchen, di mana ini dilarang, memaki head kitchen saya dan mengancam mengobrak-abrik restoran saya," ujar Nabilah melalui unggahan di Instagram @nabobrien.
Setelah itu, kedua pelaku memukul kepala dapur dan seorang karyawan yang sedang hamil, lalu meninggalkan restoran sambil membawa 11 porsi makanan dan tiga minuman tanpa membayar.
Kerugian diperkirakan mencapai Rp530.150 berdasarkan struk yang dicetak restoran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang