Studi Oxford Economics: Ekosistem McDonald’s Indonesia Buka Puluhan Ribu Lapangan Kerja

mediaindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita

STUDI independen yang dilakukan Oxford Economics menunjukkan operasional McDonald’s Indonesia memberikan dampak ekonomi berlapis bagi perekonomian nasional, terutama melalui penciptaan lapangan kerja lintas sektor serta penguatan rantai pasok domestik.

Dalam analisis yang mencakup periode April 2024 hingga Maret 2025, studi tersebut mencatat bahwa setiap 100 karyawan yang dipekerjakan secara langsung oleh McDonald’s Indonesia mampu mendukung sekitar 330 lapangan kerja tambahan di berbagai sektor ekonomi, mulai dari pertanian, distribusi, hingga jasa pendukung.

Associate Director Oxford Economics Stephen Foreman mengatakan hasil riset tersebut memperlihatkan kontribusi luas ekosistem McDonald’s terhadap perekonomian masyarakat di berbagai daerah.

Baca juga : Belajar dari Kesuksesan 35 Tahun Jaringan Restoran Global Ini di Indonesia

"Hasil riset kami membuktikan besarnya kontribusi McDonald’s bagi dunia usaha dan komunitas lokal di seluruh Indonesia, yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan waralaba, dan kemitraan dengan pemasok lokal," ujarnya pada Jumat (6/3).

Studi juga menyoroti adanya efek pengganda terhadap produk domestik bruto (PDB). Setiap Rp1 juta nilai ekonomi langsung yang dihasilkan McDonald’s Indonesia mampu mendorong tambahan Rp4,9 juta aktivitas ekonomi di sektor lain.

Direktur Marketing, Communications, Digital, Strategy & Insight McDonald’s Indonesia, Michael Hartono, mengatakan perusahaan berkomitmen terus memperkuat kemitraan lokal serta membuka akses kerja bagi masyarakat.

Baca juga : Padel for Hope 2025 Kumpulkan Donasi Rp600 Juta untuk Bangun Rumah Singgah

"Selama lebih dari tiga dekade, kami membangun McDonald’s Indonesia sebagai bagian dari keseharian masyarakat. Semangat 'Sepenuhnya Indonesia' menjadi landasan kami untuk memperkuat kemitraan lokal, membuka akses kerja, dan menghadirkan peluang bertumbuh bagi banyak pihak," katanya.

Saat ini McDonald’s Indonesia yang dimiliki oleh PT Rekso Nasional Food mengoperasikan lebih dari 300 restoran di 94 kota di Indonesia.

Penguatan ekonomi lokal juga terlihat dari rantai pasok perusahaan yang sebagian besar berasal dari dalam negeri. Studi mencatat sekitar Rp3,8 triliun atau 86% dari total belanja pemasok dialokasikan kepada mitra lokal di sektor pertanian, peternakan, hingga manufaktur. Sekitar 76% bahan baku restoran juga bersumber dari dalam negeri, termasuk ayam, sayuran, telur, beras, cabai, dan minyak goreng.

Salah satu mitra pemasok lokal, Made Gunada, mengatakan kemitraan jangka panjang dengan McDonald’s Indonesia memberikan peluang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang sekaligus memberdayakan petani di berbagai daerah.

"Dari usaha skala kecil di Bali, berkat kemitraan berkelanjutan kami dapat memperluas operasional yang melibatkan ratusan petani di Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, serta memasok lebih dari 50% restoran McDonald’s di Indonesia," jelasnya.

Selain dampak ekonomi, perusahaan juga berperan sebagai tempat awal karier bagi generasi muda. Dari total 11.208 karyawan langsung, sekitar 43% berada pada kelompok usia 18–24 tahun.

Salah satu kru restoran, Nurlaila, mengatakan pengalaman bekerja di McDonald’s Indonesia menjadi langkah awal untuk mengenal dunia kerja secara profesional.

"Bagi banyak anak muda seperti saya, McDonald’s Indonesia adalah tempat pertama mengenal dunia kerja secara profesional, belajar disiplin, tanggung jawab, dan kerja tim," ujarnya.

Studi tersebut juga mencatat bahwa ekosistem McDonald’s Indonesia secara keseluruhan mendukung sekitar 48.700 lapangan kerja di berbagai sektor ekonomi. Representasi karyawan perempuan mencapai 40% dari total tenaga kerja, dengan sekitar 44% posisi kepemimpinan diisi oleh perempuan.

Perusahaan juga membuka kesempatan kerja yang setara melalui program Special Crew Teman Tuli bagi penyandang disabilitas. Salah satu karyawan, Yanto, mengatakan kesempatan tersebut membantunya berkembang secara mandiri.

"Saya diperlakukan setara dan dipercaya penuh menjalankan tanggung jawab sesuai peran saya. Melalui pelatihan dan pendampingan, saya bisa berkembang, membangun keluarga, dan menyekolahkan anak-anak hingga lulus kuliah," ujarnya.

Selain itu, kontribusi sosial perusahaan juga diwujudkan melalui berbagai program komunitas, termasuk dukungan kepada Ronald McDonald House Charities yang telah membantu ribuan keluarga mendampingi perawatan medis anak-anak mereka di rumah singgah. Hingga kini, program tersebut telah membantu 2.933 keluarga serta menyediakan lebih dari 63.000 malam menginap bagi keluarga pasien anak.

Michael menegaskan perusahaan akan terus berfokus pada pertumbuhan yang inklusif melalui penciptaan lapangan kerja, kemitraan dengan pelaku usaha lokal, serta berbagai inisiatif sosial bagi masyarakat.

"Kami percaya keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari angka, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat," pungkasnya. (Fal/E-1)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkeu Purbaya Jamin Program Makan Bergizi Gratis Tak Memotong Anggaran Pendidikan
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung dan Sekitarnya Hari Ini 6 Maret 2026
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Polisi Gunakan Sketsa Wajah Buru Pencuri Uang Takziah di Jakarta Timur
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Kode dari Purbaya soal Kapan Harga BBM akan Naik
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Studi Oxford Economics: Ekosistem McDonald’s Indonesia Buka Puluhan Ribu Lapangan Kerja
• 9 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.