Bangun Tidur tapi Tetap Lelah: Tanda Kurang Istirahat atau Masalah Kesehatan?

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bangun pagi seharusnya membuat tubuh terasa segar dan siap menjalani aktivitas. Namun, tidak sedikit orang yang justru merasakan hal sebaliknya. Setelah tidur semalaman, tubuh tetap terasa lelah, lesu, bahkan sulit berkonsentrasi. Kondisi ini sering membuat seseorang bertanya-tanya: mengapa tubuh masih terasa capek padahal sudah tidur cukup?

Fenomena ini cukup umum terjadi dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor kesehatan, mulai dari kualitas tidur, gaya hidup, hingga kondisi medis tertentu.

Kualitas Tidur Tidak Selalu Sama dengan Lama Tidur

Banyak orang menganggap bahwa tidur selama 7–8 jam sudah cukup untuk memulihkan energi tubuh. Namun, sebenarnya yang lebih penting adalah kualitas tidur, bukan hanya durasinya.

Selama tidur, tubuh melalui beberapa tahapan yang disebut siklus tidur, yaitu tidur ringan, tidur dalam (deep sleep), dan fase REM (rapid eye movement). Pada fase tidur dalam, tubuh melakukan proses pemulihan penting seperti perbaikan sel, penguatan sistem imun, serta pemulihan energi.

Jika seseorang sering terbangun di malam hari, mengalami tidur yang tidak nyenyak, atau memiliki gangguan tidur seperti insomnia, maka proses pemulihan ini bisa terganggu. Akibatnya, meskipun durasi tidur cukup lama, tubuh tetap terasa lelah saat bangun.

Gangguan Tidur yang Tidak Disadari

Salah satu penyebab seseorang tetap merasa lelah setelah tidur adalah sleep apnea, yaitu gangguan pernapasan saat tidur. Pada kondisi ini, napas seseorang dapat berhenti sementara beberapa detik hingga menit, kemudian kembali normal.

Gangguan ini sering terjadi tanpa disadari oleh penderitanya. Gejala yang biasanya muncul antara lain mendengkur keras, sering terbangun di malam hari, sakit kepala saat bangun pagi, dan rasa kantuk berlebihan di siang hari.

Karena tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup selama tidur, kualitas istirahat menjadi menurun dan tubuh tetap terasa lelah saat bangun.

Pengaruh Stres dan Kesehatan Mental

Kesehatan mental juga memiliki hubungan erat dengan kualitas tidur. Stres, kecemasan, atau tekanan emosional dapat membuat seseorang sulit tidur nyenyak.

Saat tubuh mengalami stres, hormon kortisol meningkat. Hormon ini membuat tubuh berada dalam kondisi “siaga”, sehingga otak sulit benar-benar beristirahat. Akibatnya, meskipun seseorang tertidur, tubuh tidak sepenuhnya masuk ke fase tidur yang dalam.

Hal ini dapat menyebabkan seseorang bangun dengan perasaan tidak segar, bahkan tetap merasa lelah sepanjang hari.

Pola Hidup yang Kurang Sehat

Beberapa kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi kondisi tubuh saat bangun tidur. Misalnya:

Paparan cahaya dari layar gadget dapat mengganggu produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh mengatur siklus tidur. Sementara itu, konsumsi kafein di malam hari dapat membuat otak tetap aktif sehingga tidur menjadi kurang berkualitas.

Kemungkinan Tanda Kondisi Kesehatan Tertentu

Dalam beberapa kasus, rasa lelah yang terus muncul setelah bangun tidur juga dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti anemia, gangguan tiroid, atau kekurangan vitamin tertentu.

Anemia, misalnya, menyebabkan tubuh kekurangan sel darah merah yang membawa oksigen ke jaringan tubuh. Akibatnya, seseorang dapat merasa lemah dan mudah lelah meskipun sudah beristirahat.

Selain itu, kekurangan vitamin seperti vitamin D atau vitamin B12 juga dapat menyebabkan tubuh terasa lelah, sulit fokus, dan kurang bertenaga.

Cara Mengurangi Rasa Lelah Saat Bangun Tidur

Jika Anda sering merasa lelah setelah bangun tidur, ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu memperbaiki kualitas istirahat:

Jika rasa lelah tetap berlangsung dalam waktu lama atau disertai gejala lain seperti pusing, sesak napas, atau gangguan konsentrasi, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Pada akhirnya, tidur bukan sekadar aktivitas untuk menghabiskan waktu malam. Tidur merupakan proses biologis penting yang membantu tubuh memulihkan energi, menjaga keseimbangan hormon, dan mempertahankan kesehatan secara keseluruhan. Memahami penyebab tubuh tetap lelah setelah tidur dapat membantu kita memperbaiki kebiasaan sehari-hari dan menjaga kualitas hidup yang lebih baik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PPPK Gugat UU ASN ke MK, Alasannya Tak Mau jadi ASN Kelas Dua
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Tunjangan Profesi Guru Madrasah Cair Pekan Ini, Lulusan PPG 2025 Juga Dapat
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Mau Punya Motor Royal Enfield? Ini 3 Model yang Harganya Paling Murah
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Antisipasi Dampak Perang, DPR Minta Pemerintah Siapkan Skema 'Force Majeure' Soal Haji 2026
• 16 jam lalusuara.com
thumb
Pansus 12 DPRD Kota Bandung Siapkan Perda Baru Kesejahteraan Sosial
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.