Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi menegaskan langkah terbaru Teheran sebagai tindakan defensif. Ia mengatakan bahwa “perang ini dipaksakan kepada kami” oleh Amerika Serikat dan Israel.
Dalam wawancara yang cukup keras dengan France 24, dilansir Al Jazeera, diplomat tersebut menyatakan bahwa “kami bernegosiasi dengan itikad baik” sebelum Amerika Serikat mengubah sikapnya.
“Kami tidak mempercayai orang Amerika,” katanya.
“Mereka tidak hanya mengkhianati kami, tetapi juga mengkhianati diplomasi," tutup Masjid.





