Iran Bantah Serang Azerbaijan, Tuding Ada Operasi ‘False Flag’ Zionis

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Wilayah Kaukasus kini berada dalam bayang-bayang konflik terbuka setelah Azerbaijan menuduh Iran meluncurkan serangan drone yang menyasar fasilitas vital di wilayah Nakhchivan. Namun, pihak Teheran membantah keras tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya provokasi pihak ketiga untuk merusak stabilitas kawasan.

Ledakan hebat dilaporkan terjadi di Bandara Internasional Nakhchivan akibat hantaman dua unit pesawat nirawak (drone). Berdasarkan rekaman video amatir, asap tebal tampak membumbung tinggi di atas bandara, menyebabkan kerusakan parah pada terminal serta landasan pacu.

Tak hanya fasilitas transportasi, serangan juga menyasar area pemukiman di Desa Shakarabad, di mana dua kawah besar ditemukan di dekat sebuah sekolah. Peristiwa ini mengakibatkan empat warga sipil mengalami luka-luka. Menanggapi situasi ini, pasukan keamanan dan kepolisian setempat segera disiagakan di lokasi kejadian.

Pemerintah Iran bereaksi cepat dengan menolak segala tuduhan yang dialamatkan kepada mereka. Pihak Teheran menyatakan bahwa tuduhan Azerbaijan terlalu dini dan tidak berdasar. Iran justru mensinyalir adanya aroma provokasi Zionis yang sengaja dirancang untuk mengalihkan opini publik serta merusak hubungan diplomatik Iran dengan negara-negara tetangganya.
  Baca juga: Dilema Negara Teluk di Pusaran Agresi AS-Israel ke Iran
Iran menegaskan bahwa mereka tidak pernah menjadikan fasilitas sipil sebagai target serangan. Sebaliknya, Teheran mencurigai rentetan peristiwa ini merupakan bagian dari operasi 'false flag' yang bertujuan memancing konflik terbuka di Timur Tengah dan Eropa.

Dugaan adanya keterlibatan pihak ketiga semakin menguat mengingat pola serupa yang pernah terjadi sebelumnya. Iran tercatat pernah dituduh menyerang kilang minyak Saudi Aramco di Ras Tanura, yang sempat mengguncang pasar energi global dengan kapasitas produksi 550.000 barel per hari. Saat itu, Iran juga membantah dan menunjuk Israel sebagai aktor intelektualnya.

Kasus terbaru yang memperkuat argumen Iran adalah peristiwa serangan drone di Pangkalan Udara Inggris, Akrotiri, di Siprus. Meski awalnya memicu kemarahan Eropa hingga Inggris dan Prancis mengerahkan kapal perang serta jet tempur F-16 ke Siprus, hasil investigasi berkata lain.

Kementerian Pertahanan Inggris akhirnya mengonfirmasi bahwa drone yang menyerang pangkalan Akrotiri bukan berasal dari Iran. Fakta ini menambah keraguan terhadap tuduhan-tuduhan yang selama ini dialamatkan kepada Teheran dan memperkuat dugaan adanya aktor lain yang bermain di tengah keruhnya geopolitik kawasan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Panasnya Sidang Praperadilan Yaqut, Diwarnai Debat hingga Jawaban Dipotong
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Jadi Tersangka Tunggal, KPK Tegaskan Bupati Pekalongan Punya Kuasa Penuh di PT RNB
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Konflik Timur Tengah Pengaruhi Penerbangan Umrah, Travel Andalkan Rute Direct
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Serukan Garda Revolusi Iran Letakkan Senjata, Janjikan ‘Kekebalan Total’
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Menkeu Purbaya: Jika Minyak 92 Dolar, Defisit APBN Bisa Naik ke 3,6 Persen
• 13 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.