Menkeu Purbaya: Harga BBM Subsidi Naik jika APBN Tak Mampu Imbangi Harga Minyak Dunia

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta VIVA – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan naik bila harga minyak dunia terus melonjak dan melampaui kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kalau memang anggarannya nggak kuat sekali, nggak ada jalan lain, kami berbagi dengan masyarakat sebagian. Artinya, ada kenaikan BBM,” kata Purbaya dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat.

Baca Juga :
Soal Stok BBM 21 Hari, Pertamina Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Tak Perlu Panic Buying
Soal Outlook Negatif Fitch Ratings, Purbaya: Mereka Sangka Menkeu Baru Enggak Bisa Ngitung

Namun, dia menggarisbawahi, kenaikan itu baru akan terjadi bila APBN sudah tidak mampu mengimbangi tekanan harga minyak dunia.

Menurut Purbaya, hasil perhitungan Kementerian Keuangan menunjukkan defisit APBN bisa mencapai 3,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) bila harga minyak bertahan pada level 92 dolar AS per barel sepanjang tahun dan tidak ada intervensi dari pemerintah.

Namun, Purbaya memastikan bakal mengambil langkah mitigasi agar tekanan harga minyak dunia tidak memperlebar defisit APBN.

Selain penyesuaian harga BBM, opsi lain yang juga tersedia adalah realokasi belanja negara. Sejumlah anggaran program yang memiliki tingkat urgensi rendah bisa digeser untuk memenuhi kebutuhan kesehatan fiskal. Sedangkan belanja yang berdampak langsung bagi masyarakat tidak akan digeser dan tetap menjadi prioritas belanja.

Dia mencontohkan program yang masih memiliki ruang realokasi anggaran adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Pergeseran anggaran tidak terjadi pada fungsi inti program dalam penyediaan makanan, melainkan pada kegiatan pendukung, seperti penyediaan kendaraan bermotor bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“MBG programnya bagus, tapi kami ingin cegah kalau ada belanja yang tidak terlalu mendukung langsung makanan, misalnya beli motor,” kata Menkeu.

Lebih lanjut, Purbaya mengatakan Indonesia pernah menghadapi tekanan harga minyak dunia yang lebih besar sebelumnya, dengan rekor harga minyak mencapai sekitar 150 dolar AS per barel. Perekonomian nasional pun tetap mampu bertahan melalui tekanan tersebut.

Purbaya optimistis fase lonjakan harga minyak kali ini juga bisa dilalui. “Kita dulu pernah melewati keadaan dimana harga minyak sampai 150 dolar AS per barel. Jatuh nggak ekonominya? Agak melambat, tapi nggak jatuh. Jadi, kita punya pengalaman,” ujarnya.

Baca Juga :
Waspadai Harga Minyak Dunia, Purbaya: Kalau Rata-rata US$92, Defisit Bisa 3,6 Persen
Purbaya Umumkan Defisit APBN Sebesar Rp 135 Triliun di Februari 2026
Daftar Cadangan Energi di Negara-negara Asia, Jepang 254 Hari hingga Indonesia 23 Hari

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Teheran Dihantam Pengeboman Besar pada Hari Ketujuh Perang, AS Kerahkan Pesawat Siluman
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Masuk Tahap Pengeboran, PGEO Eksekusi Proyek Panas Bumi Lumut Balai Unit 3 
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Pramono Larang ASN Jakarta Mudik Pakai Mobil Dinas: Yang Melanggar, Sanksi Berat
• 6 menit lalukumparan.com
thumb
ABKI dan ASMA Teken Kerja Sama, Buka Peluang Kerja Tenaga Profesional Indonesia di Arab Saudi
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Cadangan Pangan RI Cukup untuk 324 Hari di Tengah Perang Israel-AS dengan Iran
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.