BNPB Peringatkan Potensi Karhutla Mulai Muncul di Sejumlah Wilayah Indonesia

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan mulai muncul di sejumlah wilayah di Indonesia meskipun bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi di berbagai daerah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan ancaman kebakaran hutan dan lahan mulai terpantau di Sulawesi Selatan.

Kejadian tersebut terjadi di Kabupaten Luwu Timur pada Kamis 5 Maret.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan kebakaran tersebut menghanguskan lahan mineral seluas sekitar lima hektare.

Kebakaran tersebut membutuhkan penanganan cepat oleh petugas gabungan agar api tidak meluas ke perkebunan maupun kawasan hutan lindung di sekitarnya.

Tim gabungan di lapangan melakukan upaya pemadaman serta lokalisasi api untuk mencegah kebakaran meluas.

Upaya tersebut juga bertujuan menghindari dampak yang lebih besar terhadap lingkungan dan masyarakat.

Penurunan Curah Hujan Tingkatkan Risiko Karhutla

BNPB juga mencatat adanya penurunan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Penurunan curah hujan tersebut terjadi di Provinsi Riau dan Kalimantan Barat.

Kondisi tersebut meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan pada tingkat moderat di wilayah tersebut.

BNPB memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah di berbagai tingkatan.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan darurat serta menjaga akurasi pendataan dampak kejadian di lapangan.

BNPB Imbau Masyarakat Tidak Membakar Lahan

Pemerintah menekankan pentingnya langkah pencegahan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Langkah tersebut dilakukan melalui pengawasan terhadap titik panas serta peningkatan kesiapsiagaan aparat di daerah rawan kebakaran.

BNPB mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan tujuan apa pun.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api sekecil apa pun kepada otoritas setempat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya bencana kabut asap yang lebih luas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Hari Ini: Turun Rp25.000, Jadi Rp3.024.000 per Gram
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Pramudi Cekcok dengan Pengemudi Mobil yang Terobos Busway, Transjakarta Buka Suara
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Nabilah O’Brien Buka Suara Usai Jadi Korban Pencurian Tetapi Ditetapkan Sebagai Tersangka: Terlalu Janggal
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemendikdasmen Dinilai Hanya Fokus ke Guru, Mencuat Usulan Pembentukan Departemen Tendik
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Alasan Dirjen Pajak Potong THR Swasta dan Tanggung Pajak ASN
• 21 menit lalubisnis.com
Berhasil disimpan.