Laju Perubahan Iklim Makin Cepat, Berlipat Ganda dalam Satu Dekade Terakhir

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS- Laju pemanasan global telah meningkat pesat sejak tahun 2015 dengan kecepatan hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 1970-an. Suhu Bumi kini meningkat sekitar 0,35 derajat celsius dengan dampak meningkatnya intensitas cuaca ekstrem.

Temuan mengkhawatirkan ini dilaporkan dalam studi baru oleh Potsdam Institute for Climate Impact Research, Jerman di jurnal Geophysical Research Letters pada Jumat (6/3/2026).

Setelah memperhitungkan pengaruh alami yang diketahui terhadap suhu global, tim peneliti mendeteksi percepatan tren pemanasan yang signifikan secara statistik.

Sekarang kita dapat menunjukkan percepatan pemanasan global yang kuat dan signifikan secara statistik sejak sekitar tahun 2015.

Selama 10 tahun terakhir, perkiraan laju pemanasan sekitar 0,35 derajat celsius per dekade, tergantung pada kumpulan data, dibandingkan rata-rata kurang dari 0,2 celsius per dekade dari tahun 1970 hingga 2015. Laju terbaru ini lebih tinggi daripada dekade sebelumnya sejak dimulainya pencatatan instrumental pada tahun 1880.

" Sekarang kita dapat menunjukkan percepatan pemanasan global yang kuat dan signifikan secara statistik sejak sekitar tahun 2015," kata Grant Foster, ahli statistik Orono, Maine, Amerika Serikat dan salah satu penulis studi tersebut.

Pengaruh alami

Menurut Foster, timnya telah menyaring pengaruh alami yang diketahui dalam data observasi yang mengganggu pengamatan. Fluktuasi alami jangka pendek pada suhu global yang disebabkan El Niño, letusan gunung berapi, dan siklus matahari dapat menutupi perubahan dalam laju pemanasan jangka panjang.

Dalam analisis data mereka, yang didasarkan pada data pengukuran, para peneliti bekerja dengan lima set data suhu global besar yang sudah mapan seperti NASA, NOAA, HadCRUT, Berkeley Earth, ERA5.

Baca JugaPemanasan Global Memicu Lonjakan Kasus dan Kematian Demam Berdarah

"Data yang disesuaikan menunjukkan percepatan pemanasan global sejak 2015 dengan kepastian statistik lebih dari 98 persen, konsisten di semua set data yang diperiksa dan independen dari metode analisis yang dipilih," jelas Stefan Rahmstorf, peneliti Potsdam Institute for Climate Impact Research, dan penulis utama studi tersebut.

Setelah mengoreksi efek El Niño dan maksimum matahari, tahun 2023 dan 2024, yang merupakan tahun-tahun yang sangat hangat, menjadi agak lebih dingin, tetapi tetap menjadi dua tahun terhangat sejak awal pencatatan instrumental.

Dalam semua kumpulan data, percepatan mulai terlihat pada tahun 2013 atau 2014. Untuk menguji apakah laju pemanasan telah berubah sejak tahun 1970-an, tim peneliti menerapkan dua pendekatan statistik, yaitu analisis tren kuadratik dan model linier bertahap yang secara objektif menentukan waktu perubahan laju pemanasan.

Studi ini tidak menyelidiki penyebab spesifik dari percepatan yang diamati. Namun, model iklim menunjukkan bahwa peningkatan laju pemanasan pada dasarnya berada dalam lingkup pemodelan iklim saat ini.

"Jika laju pemanasan 10 tahun terakhir berlanjut, hal itu akan menyebabkan terlampauinya batas 1,5 derajat celsius Perjanjian Paris dalam jangka panjang sebelum tahun 2030," kata Stefan Rahmstorf.

"Seberapa cepat Bumi terus menghangat pada akhirnya bergantung pada seberapa cepat kita mengurangi emisi karbondioksida atau CO₂ global dari bahan bakar fosil hingga nol," tuturnya menambahkan.

Serial Artikel

Suhu Dunia Mendidih, Mengancam Kehidupan dan Produksi Pangan

Suhu global kembali mencatatkan rekor terpanas pada Juli lalu sehingga memicu fenomena ekstrem yang mengancam keselamatan jiwa dan produksi pangan di beberapa kawasan dunia.

Baca Artikel
Konsisten dengan temuan lain

Studi lain juga berpendapat pemanasan global makin cepat meski tak secepat yang dilaporkan Rahmstorf dan Rohde. Laporan Jim Hansen, Director of the Climate Science, Awareness and Solutions (CSAS) Program in the Columbia University Earth Institute dan tim di jurnal Environment tahun 2025 memperkirakan laju perubahan saat ini 0,27 derajat celcius per dekade, dibandingkan 0,20 derajat celsius per dekade pada 1970-an.

Tidak semua orang setuju dengan perkiraan terbaru tentang laju 0,35 derajat celcius per dekade. Ilmuwan iklim Zeke Hausfather di Berkeley Earth, organisasi nirlaba yang melacak suhu global, di Berkeley, California, dalam artikel di Nature mengatakan metode penulis untuk menghilangkan fluktuasi alami "tak sempurna dan meninggalkan beberapa efek tersisa".

Robert Rohde, kepala ilmuwan di Berkeley Earth, memperkirakan laju pemanasan saat ini lebih seperti 0,30 derajat celcius per dekade.

Namun Hausfather dan Rohde mencatat sebagian besar ilmuwan iklim setuju pemanasan makin cepat, menekankan urgensi untuk mengatasi perubahan iklim. "Kita harus memprioritaskan pengurangan emisi, kita memiliki waktu lebih sedikit sekarang karena laju pemanasan telah meningkat," kata Rahmstorf.

Laju peningkatan pemanasan global juga menyebabkan badai, banjir, kekeringan, dan peristiwa cuaca lainnya menjadi lebih ekstrem. Pada tahun 2025, jutaan orang di seluruh dunia mengungsi akibat peristiwa itu, menurut World Weather Attribution, kelompok riset internasional.

Studi lain oleh Claudie Beaulieu dari University of California Santa Cruz, yang diposting di server pracetak sebelum ditinjau rekan sejawat, menunjukkan pemanasan global dapat berakselerasi lebih cepat di area tertentu di dunia daripada yang lain.

Kajian ini menggunakan lima set data suhu global untuk menganalisis wilayah tertentu di seluruh dunia. Mereka tidak dapat mengkonfirmasi percepatan global, tetapi menemukan titik panas pemanasan yang dipercepat, termasuk China tenggara dan Meksiko tenggara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Skuad PSM Makassar Dalam Posisi Ideal Bisa Kalahkan Malut United, Ahmad Amiruddin: Mental Pemenang Jadi Penentu
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Iran Umumkan 1.230 Orang Tewas Akibat Serangan AS-Israel
• 22 jam laludetik.com
thumb
Saham Energi ENRG hingga PTRO Merosot Tajam saat IHSG Turun 1,62%
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Iran Tegaskan Negara Eropa Bisa Jadi Target Jika Bergabung dengan AS-Israel
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bantuan MBG Bawa Perubahan bagi Keluarga Merianti
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.