Skuad PSM Makassar Dalam Posisi Ideal Bisa Kalahkan Malut United, Ahmad Amiruddin: Mental Pemenang Jadi Penentu

harianfajar
10 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, TERANTE –Di ruang konferensi pers Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, suasana terasa lebih tenang dibanding riuh yang belakangan mengiringi perjalanan PSM Makassar. Namun ketenangan itu tidak sepenuhnya menutupi kenyataan bahwa tim berjuluk Pasukan Ramang sedang berada dalam fase yang tidak mudah.

Asisten pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, duduk di hadapan wartawan dengan nada bicara yang hati-hati. Ia tidak menutup mata terhadap kondisi timnya. Rentetan hasil buruk masih membayangi. Kepercayaan diri tim sempat goyah. Tetapi di balik tekanan itu, ia melihat tanda-tanda bahwa PSM belum kehilangan daya untuk bangkit.

Menjelang laga melawan Malut United pada pekan ke dua puluh lima Super League 2025 hingga 2026, Ahmad menyebut kondisi skuad PSM berada dalam situasi yang paradoks. Ada kabar baik yang datang bersamaan dengan kabar yang kurang menyenangkan.

Beberapa pemain penting akhirnya kembali bergabung dengan tim setelah sebelumnya absen. Kehadiran mereka menjadi suntikan tenaga baru bagi skuad yang dalam beberapa pertandingan terakhir tampak kehilangan keseimbangan permainan.

Victor Luiz sudah kembali tersedia setelah menjalani masa absen. Savio Roberto juga bisa kembali bermain, demikian pula penjaga gawang Hilmansyah yang kembali masuk dalam rotasi tim.

Kembalinya beberapa nama itu memberi PSM opsi yang lebih luas dalam menyusun komposisi pemain. Terutama di sektor sayap dan lini pertahanan yang sebelumnya terlihat rapuh ketika kehilangan pemain inti.

Namun pada saat yang sama, tim juga masih harus menghadapi kenyataan bahwa beberapa pemain lain belum bisa diturunkan.

Gledson Martins masih menjalani proses pemulihan kondisi setelah sakit. Situasi yang sama juga dialami Salman Alfarid dan Ananda Raehan Lasinari yang belum sepenuhnya pulih.

Bagi Ahmad Amiruddin, dinamika semacam ini sudah menjadi bagian dari perjalanan sebuah tim dalam kompetisi panjang. Tidak ada skuad yang benar benar sempurna sepanjang musim. Yang terpenting adalah bagaimana tim merespons setiap situasi.

Di tengah kondisi yang tidak sepenuhnya ideal itu, Ahmad mengaku tidak memberikan pesan yang terlalu rumit kepada para pemainnya.

Pesan yang ia sampaikan justru sederhana. Tetapi di balik kesederhanaannya tersimpan tuntutan yang besar.

Ia meminta para pemain untuk percaya pada kemampuan mereka sendiri. Untuk membawa kualitas latihan ke dalam pertandingan. Dan untuk selalu mengingat identitas klub yang mereka wakili.

Ia menekankan kepada pemain agar berlatih dengan intensitas seperti sedang bermain pertandingan resmi. Dan ketika pertandingan benar benar datang, mereka harus tampil dengan kepercayaan diri yang sama seperti saat berlatih.

Lebih dari itu, Ahmad mengingatkan satu hal yang menurutnya tidak boleh dilupakan oleh siapa pun yang mengenakan seragam merah marun PSM Makassar.

Kebanggaan.

Menurutnya, rasa bangga terhadap jersey yang dipakai sering kali menjadi energi tambahan yang tidak bisa diukur oleh statistik. Sebuah tim yang merasa bangga terhadap identitasnya akan selalu menemukan cara untuk berjuang lebih keras.

Di tengah tekanan yang sedang dihadapi PSM, Ahmad juga menanggapi pernyataan dari pihak Malut United yang menyebut PSM sebagai tim kuat dengan pengalaman panjang di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia.

Ia menyampaikan rasa hormat atas pernyataan tersebut. Bagi Ahmad, respek dari lawan merupakan bagian dari tradisi sepak bola yang sehat.

Namun ia juga tidak menampik kenyataan bahwa PSM sedang melalui masa yang tidak menyenangkan. Hasil pertandingan dalam beberapa pekan terakhir menjadi bukti bahwa performa tim belum stabil.

Meski demikian, Ahmad menolak melihat situasi ini secara pesimistis.

Ia menyaksikan langsung bagaimana para pemain bekerja keras setiap hari dalam sesi latihan. Dari sudut pandangnya sebagai bagian dari staf pelatih, kerja keras itu menunjukkan bahwa tim belum kehilangan semangat untuk keluar dari situasi sulit.

Ia percaya masa masa sulit ini tidak akan berlangsung selamanya. Sepak bola sering kali bergerak dalam siklus yang cepat. Tim yang hari ini tertekan bisa saja menemukan momentum baru hanya dalam satu pertandingan.

Karena itu ia berharap periode sulit yang sedang dialami PSM bisa segera berlalu.

Dalam keyakinannya, kunci dari semuanya bukan hanya strategi atau komposisi pemain. Hal yang paling menentukan adalah mental pemenang yang harus kembali muncul di dalam diri para pemain.

Sebab pada akhirnya, dalam sepak bola, perbedaan antara tim yang bangkit dan tim yang terus terpuruk sering kali tidak ditentukan oleh taktik di papan strategi.

Perbedaan itu lahir dari keberanian untuk percaya bahwa kemenangan masih mungkin diraih.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Salah Satu dari Enam Guru Besar yang Dikukuhkan, Prof Hendrik dari Poltekkes Kemenkes Makassar Soroti Kelelahan Otot
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Aturan Resmi Pajak THR 2026: Jadwal Cair, Besaran, dan Skema Potongan Terbaru
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ahli KPK: Kerugian Negara Harus Sudah Ada Sebelum Penetapan Tersangka
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Profil Ruce Nuenda, Influencer ‘Mama Ebra’ yang Viral Usai Olahraga di Ruang Publik Saat Terinfeksi Campak
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Bahlil Jawab Isu Panic Buying BBM: Kondisi Kita Aman, Jangan Terprovokasi
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.