Jakarta, tvOnenews.com - Kekhawatiran muncul dari internal PSSI terkait potensi kendala perjalanan pemain diaspora Timnas Indonesia menjelang agenda FIFA Series yang akan digelar pada akhir Maret 2026. Situasi penerbangan internasional dinilai belum sepenuhnya stabil akibat ketegangan antara Iran dan Israel, sehingga dikhawatirkan memengaruhi kedatangan para pemain yang berkarier di luar negeri.
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini terus memantau perkembangan kondisi perjalanan udara internasional. Hal ini terutama berkaitan dengan rute penerbangan yang melewati kawasan Eropa dan Timur Tengah.
Menurut Arya, kondisi di kawasan tersebut masih cukup dinamis sehingga berpotensi mempersulit proses perjalanan para pemain menuju Indonesia. Oleh sebab itu, federasi harus menyiapkan berbagai opsi perjalanan agar para pemain tetap bisa bergabung dengan tim nasional.
PSSI kini tengah mencari kemungkinan rute alternatif yang bisa digunakan oleh para pemain diaspora. Berbagai skenario perjalanan sedang dipertimbangkan untuk memastikan mereka bisa tiba tepat waktu.
"Ini FIFA Series, tapi sebentar lagi Lebaran, pasti terputus juga. Jadi, mudah-mudahan dari persiapan. Tapi, juga saya sedikit khawatir mengenai hal penerbangan teman-teman, kalau yang bisa bertanding dari Eropa sedikit. Kita tahu situasi di Timur Tengah seperti itu," ujar Arya di Lapangan C Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
"Nanti coba dicari cara bagaimana supaya apakah memungkinkan untuk terbang ke Indonesia atau tidak," tambahnya.
Arya juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini PSSI bahkan belum memutuskan pembelian tiket pesawat bagi para pemain. Hal tersebut dilakukan karena federasi masih menunggu kepastian kondisi penerbangan internasional.
Menurutnya, arah perjalanan menuju Indonesia masih belum dapat dipastikan karena berbagai kemungkinan rute masih dipertimbangkan. Situasi global yang berubah-ubah membuat PSSI harus berhati-hati dalam menentukan langkah.
- ANTARA/RAUF ADIPATI
"Situasi sekarang kita belum tahu bagaimana nantinya, lewat mana. Apakah lewat Amerika Serikat atau tidak, kita belum tahu juga," kata Arya.
"Nanti kita lihat urgensinya sekuat-kuatnya dari bagaimana apakah pelatih bisa mencari langkah-langkah. Nanti kita cari mana yang terbaik nantinya," lanjutnya.




