Obligasi vs Sukuk, Mana Lebih Untung? Ini Penjelasan dan Cara Belinya Menurut Kemenkeu

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Investasi obligasi sering dianggap sebagai pilihan yang stabil dan minim risiko. Namun, tidak semua obligasi memiliki sistem yang sama. Saat ini, banyak investor mulai melirik sukuk, yaitu instrumen investasi berbasis syariah yang berbeda dengan obligasi konvensional.

Perbedaan konsep ini sering menimbulkan pertanyaan di kalangan investor pemula, terutama terkait obligasi biasa vs sukuk, cara membeli, hingga potensi keuntungannya dalam jangka panjang.

Apa Itu Sukuk dan Obligasi Negara?

Secara umum, obligasi negara merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah untuk mendapatkan dana dari masyarakat atau investor. Dana tersebut biasanya digunakan untuk membiayai pembangunan, menutup defisit anggaran, atau mendanai proyek strategis.

Sementara itu, sukuk adalah surat berharga syariah yang diterbitkan berdasarkan prinsip Islam. Berbeda dengan obligasi konvensional yang menggunakan sistem bunga, sukuk menggunakan mekanisme bagi hasil, margin, atau sewa (akad) yang sesuai dengan aturan syariah. Dalam sukuk, investor tidak sekadar memberikan pinjaman kepada penerbit, tetapi memiliki kepemilikan atas aset yang menjadi dasar penerbitan sukuk (underlying asset).

Karena mengikuti prinsip syariah, sukuk tidak mengandung unsur:

Hal inilah yang membuat sukuk menjadi alternatif investasi yang dianggap halal dan stabil bagi banyak investor.

Baca Juga

  • Lebih Aman Investasi Emas Digital atau Emas Fisik? Ini Penjelasan Lengkapnya
  • SMI Bakal Luncurkan Obligasi hingga Rp10 Triliun Sepanjang 2026
Perbedaan Obligasi Biasa vs Sukuk

Perbandingan antara obligasi konvensional dan sukuk dapat dilihat dari beberapa aspek utama.

1. Prinsip dasar 2. Imbal hasil 3. Kepatuhan syariah

Sukuk wajib mengikuti aturan syariah dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah. Obligasi konvensional tidak memiliki ketentuan tersebut.

4. Underlying asset

Sukuk harus memiliki aset dasar seperti proyek infrastruktur atau aset nyata lainnya. Obligasi konvensional tidak selalu membutuhkan aset pendukung.

5. Risiko

Risiko pada sukuk berkaitan dengan kinerja aset yang menjadi dasar investasi, sedangkan obligasi lebih berfokus pada risiko penerbit dalam membayar utang.

Jenis Sukuk Negara yang Populer di Indonesia

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan menerbitkan beberapa jenis sukuk yang bisa dibeli oleh masyarakat.

1. Sukuk Tabungan (ST)

Sukuk tabungan merupakan produk investasi syariah dengan tenor dua hingga empat tahun. Imbal hasilnya bersifat floating with floor, yaitu mengikuti suku bunga acuan namun memiliki batas minimal tertentu.

Selama masa investasi, sukuk tabungan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi investor masih bisa mencairkan sebagian dana melalui fasilitas early redemption.

2. Sukuk Ritel (SR)

Sukuk ritel memiliki imbal hasil tetap dan tenor sekitar tiga tahun. Berbeda dengan sukuk tabungan, produk ini dapat diperjualbelikan di pasar sekunder setelah melewati masa holding period.

Nilai pembelian biasanya dimulai dari Rp1 juta, sehingga cukup terjangkau bagi investor pemula.

Cara Beli Sukuk Secara Resmi

Banyak orang mengira membeli sukuk sulit, padahal prosesnya cukup sederhana dan bisa dilakukan secara online. Berikut cara beli sukuk & risikonya yang perlu diketahui investor.

1. Registrasi melalui mitra distribusi

Investor harus mendaftar di mitra distribusi resmi yang ditunjuk Kemenkeu, seperti:

Registrasi biasanya membutuhkan data seperti SID (Single Investor Identification), rekening dana, dan rekening surat berharga.

2. Pemesanan saat masa penawaran

Ketika pemerintah membuka masa penawaran sukuk, investor dapat:

Investor juga perlu menyetujui dokumen memorandum informasi sebelum melanjutkan transaksi.

3. Melakukan pembayaran

Setelah pesanan diverifikasi, investor akan mendapatkan kode billing untuk pembayaran melalui mobile banking, ATM, atau teller bank.

4. Konfirmasi kepemilikan

Jika pembayaran berhasil, investor akan menerima NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) sebagai bukti transaksi. Sukuk akan masuk ke portofolio investasi pada tanggal penerbitan.

Panduan ini juga sejalan dengan panduan resmi dari Kemenkeu terkait pembelian Surat Berharga Negara ritel secara elektronik.

Keuntungan Jangka Panjang Berinvestasi Sukuk

Sukuk menjadi pilihan menarik bagi banyak investor karena menawarkan beberapa keunggulan.

Risiko Investasi Sukuk yang Perlu Dipahami

Meskipun tergolong aman, sukuk tetap memiliki beberapa risiko investasi yang perlu dipertimbangkan.

  1. Risiko gagal bayar
    Risiko ini terjadi jika penerbit tidak mampu membayar imbal hasil atau pokok investasi. Namun pada sukuk negara, risiko ini relatif kecil karena dijamin pemerintah.
  2. Risiko likuiditas
    Tidak semua sukuk dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Beberapa produk seperti sukuk tabungan memiliki batasan pencairan sebelum jatuh tempo.
  3. Risiko pasar
    Harga sukuk ritel di pasar sekunder dapat turun ketika suku bunga naik, sehingga investor perlu mempertimbangkan waktu yang tepat untuk menjualnya.

Perdebatan obligasi biasa vs sukuk sebenarnya kembali pada kebutuhan dan preferensi investor. Obligasi konvensional menawarkan sistem bunga, sedangkan sukuk menggunakan prinsip syariah dengan mekanisme bagi hasil atau sewa.

Bagi investor yang menginginkan investasi halal, stabil, dan berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang, sukuk bisa menjadi pilihan yang menarik. Apalagi proses pembeliannya kini semakin mudah berkat sistem online dan panduan resmi dari Kementerian Keuangan.

Dengan memahami apa itu sukuk & obligasi negara, cara beli & risiko, serta manfaatnya dalam jangka panjang, investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih bijak dan sesuai dengan tujuan keuangan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bijak Makan AYCE Penting Agar tidak Terkena GERD
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
OJK Minta Investor Jaga Integritas dan Hindari Manipulasi Pasar
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Mataf Masjidil Haram Hasil Renovasi Waskita Bisa Tampung 105 Ribu Jamaah
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Update Longsor Kalongan Semarang: Area Longsoran Capai 5 Hektare, Pemkab Siapkan Huntara
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Delpedro Usai Divonis Bebas: Ini Kemenangan Seluruh Tahanan Politik
• 14 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.