JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan stok bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) di Jakarta tetap aman meski situasi geopolitik global memanas akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Pramono juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
“Jadi untuk Jakarta, hal yang mencakup kebutuhan pokok, mulai dari beras, daging, cabai merah keriting, dan yang lain-lain, kami menggaransi aman. Bahkan kelebihan stok sebenarnya,” kata Pramono saat ditemui di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Jumat (7/3/2026).
Baca juga: Agar Hemat BBM, Pramono Dorong Warga “Mudik ke Jakarta” saat Lebaran
Ia menyebut, hingga saat ini harga bahan pokok di pasaran relatif stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan hanya terjadi pada beberapa komoditas tertentu, seperti cabai, namun masih dalam batas wajar.
“Mudah-mudahan ini kita bisa jaga,” katanya.
Menurut dia, Pemprov DKI telah menyiapkan langkah untuk menjaga stabilitas harga daging, salah satunya dengan mendatangkan pasokan sapi dalam jumlah besar.
“Kenapa kemudian kemarin daging kami mengimpor dan masuk 2000 ekor, betul-betul kami persiapkan supaya harga daging di Jakarta tidak mengalami kenaikan,” kata dia.
Stok BBM amanSelain pangan, Pramono menegaskan ketersediaan BBM di Jakarta juga dalam kondisi aman. Menurut dia, ibu kota selalu menjadi prioritas dalam distribusi energi nasional.
“Kalau BBM, Jakarta tentunya selalu menjadi prioritas untuk stoknya, karena kami juga punya stok sendiri,” kata dia.
Ia meyakini tidak akan terjadi panic buying BBM di Jakarta meskipun konflik di Timur Tengah menyebakan kekhawatiran terhadap pasokan BBM.
Pramono pun meminta masyarakat “mudik ke Jakarta” saat Idul Fitri 2026. Menurut dia, langkah tersebut juga dapat membantu menghemat penggunaan BBM.
“Saya tetap mendorong untuk mudik ke Jakarta supaya BBM-nya juga tidak dibuang ke mana-mana, maka mudah-mudahan itu bisa berjalan dengan baik,” ucap Pramono.
Baca juga: Pramono Perintahkan Satpol PP Cek Stiker QR Diduga Arahkan ke Judol
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, terus memantau perkembangan situasi global serta memastikan distribusi pangan dan energi di ibu kota tetap terjaga.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, cadangan BBM nasional masih cukup untuk 20 hari.
Bahlil menyampaikan ini jelang menghadiri rapat bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, Senin (2/3/2026), terkait situasi yang memanas di Timur Tengah.
“Masih cukup, 20 hari," kata Bahlil, di Istana, Jakarta. Ia memastikan, tidak ada masalah terkait subsidi BBM dalam negeri terkait konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Namun, ia menyebut, ada kemungkinan terjadi koreksi terhadap harga minyak dunia imbas konflik Timur Tengah tersebut. "Sampai hari ini enggak ada masalah, tapi kan harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah," tutur dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



