JAKARTA, DISWAY.ID - Di tengah arus disrupsi digital yang bergerak begitu cepat, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memilih untuk melakukan transformasi bisnis bertajuk TLKM 30. Langkah ini diambil agar Telkom tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman yang kian dinamis.
TLKM 30, sebuah visi besar yang diusung Telkom sejak 2025 sebagai bentuk transformasi bisnis yang relevan dengan tantangan zaman dan kebutuhan pelanggan yang semakin dinamis.
Melalui inisiatif TLKM 30, Telkom memperkuat struktur internal khususnya tata kelola perusahaan agar lebih siap merespons kebutuhan pasar yang dinamis. Misi besarnya adalah untuk membuat Telkom menjadi perusahaan yang lebih agile, progresif, kompetitif dan berkelas dunia.
"Melalui TLKM 30, Telkom menjalankan agenda transformasi lima tahun menuju 2030 untuk melipatgandakan nilai perusahaan secara signifikan. Fokus utamanya adalah merombak cara perusahaan beroperasi dan menata kembali struktur aset agar jauh lebih efisien.”tutur Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom Indonesia.
BACA JUGA:Telkomsel Siapkan 43 Posko dan Promo untuk Pelanggan, Kenyamanan Internet Stabil saat Ramadhan-Lebaran 2026
Langkah transformasi ini juga mencangkup keberanian dalam menyelaraskan seluruh pelaporan keuangan global. Bagi Telkom, transparansi bukan hanya kepatuhan regulasi, tapi merupakan janji dan tanggung jawab integritas.
“Dengan sistem yang lebih sehat, Telkom tidak hanya tumbuh secara ukuran, tetapi juga mampu memberikan manfaat digital yang lebih luas bagi seluruh masyarakat Indonesia," lanjutnya.
Transformasi TLKM 30 ini bertumpu pada 4 pilar. Pilar pertama adalah Operational & Service Excellence sebagai bentuk fokus memperbaiki tata kelola dan budaya kerja demi pelayanan yang lebih baik.
"Pilar ini juga termasuk optimalisasi kapital dalam operasional perusahaan," ujarnya.
Kedua, Streamlining, Telkom mengefisiensikan struktur organisasi agar lebih efektif. Saat ini Telkom menaungi sekitar 66 anak perusahaan. "Sebagai langkah strategis, Telkom akan melakukan penataan ulang sehingga jumlah anak usaha diproyeksikan menjadi 20 entitas," terangnya.
BACA JUGA:Telkom Solution Sabet Enam Penghargaan PRIA 2026, Perkuat Reputasi di Segmen B2B
Berikutnya adalah Strategic Holding. Telkom berperan dalam mengatur strategi agar setiap anak perusahaan punya ruang yang lebih luas dan profesional dalam memberikan layanan digital terbaik tanpa harus birokrasi yang panjang.
"Lalu yang ke-empat, Unlocking Value yaitu upaya mengoptimalkan portofolio infrastruktur digital yang dimiliki Telkom untuk menciptakan nilai tambah sekaligus mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan menuju 2030 (TLKM 2030)," jelasnya.
Dian Siswarini juga menegaskan, Telkom Group ini sekarang sedang melalui satu transformasi besar di mana di dalamnya perusahaan akan melakukan banyak restrukturisasi supaya Telkom Group ini bisa betul-betul menjadi digital company berkelas dunia.
"Transformasi yang dilakukan bukan saja bagaimana kami menggunakan teknologi yang terdepan, tapi juga bagaimana kami mempunyai culture yang tepat, culture yang transparan sehingga bisa memberikan assurance dan juga meningkatkan kepercayaan di semua stakeholder kami, terutama para investor.” urainya.





