TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Perlintasan kereta api di dekat Stasiun Serpong, Tangerang Selatan, menjadi sorotan warga karena kondisinya yang rusak dan tidak rata.
Kondisi tersebut memaksa pengendara ekstra hati-hati saat melintas, terutama ketika hujan turun dan permukaan jalan menjadi licin.
Pantauan Kompas.com di lokasi, Jumat (6/3/2026), permukaan jalan di perlintasan tersebut terlihat dipenuhi batu kecil dan tanah.
Banyak pengendara, baik roda dua maupun roda empat, memperlambat laju kendaraan saat melewati titik tersebut.
Beberapa pemotor bahkan terlihat kesulitan menjaga keseimbangan karena kondisi jalan yang tidak rata.
Baca juga: Trotoar Stasiun Cikini Dipenuhi Motor dan PKL, Pejalan Kaki Terpaksa Jalan di Jalan Raya
Langganan rusak
Pedagang buah di sekitar lokasi, Bambang (60), mengatakan kerusakan di perlintasan tersebut sebenarnya sudah berlangsung lama.
Meski sudah beberapa kali diperbaiki, kondisi jalan kembali rusak dalam waktu singkat.
"Ini sebenarnya sering diperbaiki, tapi ketahanannya enggak lama. Walaupun diperbaiki terus, rusak lagi. Selalu begitu, enggak bertahan lama," ujar Bambang saat ditemui Kompas.com.
Menurut dia, perbaikan biasanya baru dilakukan ketika kondisi jalan sudah cukup parah.
Metode perbaikan yang dilakukan pun umumnya hanya berupa pengaspalan atau penimbunan batu.
"Diperbaikinya itu biasanya nanti kalau memang sudah darurat banget, baru diperbaiki. Kalau diuruk pakai batu itu biasanya cuma sementara aja," kata dia.
Hal serupa disampaikan Oblong (50), pedagang sayur di Pasar Serpong. Ia mengatakan kondisi jalan yang rusak berlangsung cukup lama sebelum akhirnya ditutup menggunakan batu.
"Lubangnya dalam, tapi sekarang sudah diuruk dan ditutup pakai batu. Kondisi seperti ini sudah lama," ujar Oblong.
Bahayakan pengendara
Selain menyebabkan kendaraan melambat, kondisi jalan yang rusak juga kerap membahayakan pengendara sepeda motor, terutama ketika hujan turun.