Harga Minyak Terbang 12 Persen pada Jumat, Catat Rekor Mingguan

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak mentah berjangka (futures) Amerika Serikat (AS) melonjak 12 persen pada Jumat (7/3/2026) akibat gangguan pasokan minyak global.

Harga Minyak Terbang 12 Persen pada Jumat, Catat Rekor Mingguan. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak mentah berjangka (futures) Amerika Serikat (AS) melonjak 12 persen pada Jumat (7/3/2026) akibat gangguan pasokan minyak global seiring meluasnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

Minyak mentah Brent ditutup di level USD92,69 per barel, naik 8,52 persen. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berakhir di USD90,90 per barel, melonjak 12,21 persen.

Baca Juga:
Jejak Salim di BCA: Dari Bank Keluarga hingga Tersisa 1 Persen Saham

Dalam sepekan, WTI melonjak 35,63 persen dan Brent naik 27 persen, menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak pandemi Covid-19 pada 2020 silam.

Untuk hari kedua berturut-turut, minyak mentah berjangka AS naik lebih tinggi dibandingkan Brent.

Baca Juga:
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Naik Lagi Jadi Rp3.059.000 per Gram

Hal ini terjadi karena kilang di berbagai negara berebut mencari pasokan minyak alternatif untuk menutup kekosongan akibat terganggunya suplai dari Timur Tengah.

“Perusahaan kilang dan rumah perdagangan tengah mencari barel alternatif, dan AS merupakan produsen terbesar,” ujar analis UBS, Giovanni Staunovo, dikutip Reuters.

Baca Juga:
Sepuluh Saham Berikut Masuk Top Losers Pekan Ini, FILM Merosot 47,38 Persen  

Wakil presiden analisis minyak di Rystad Energy, Janiv Shah, mengatakan beberapa faktor turut memicu perbedaan kinerja antara WTI dan Brent pada Jumat.

Menurutnya, tingginya tingkat produksi kilang akibat margin yang menguntungkan serta peluang arbitrase yang kuat ke Eropa menjadi penyebab perbedaan pergerakan kedua kontrak tersebut.

Menteri Energi Qatar mengatakan kepada Financial Times, seluruh produsen energi di kawasan Teluk diperkirakan menghentikan ekspor dalam beberapa pekan ke depan.

Langkah tersebut dinilai berpotensi mendorong harga minyak hingga USD150 per barel, menurut wawancara yang dipublikasikan pada Jumat.

“Skenario terburuk sedang berkembang di depan mata kita,” kata Partner Again Capital, John Kilduff.

Kilduff menambahkan, “Saya pikir proyeksi harga USD100 per barel akan menjadi kenyataan.”

Reli tajam harga minyak dimulai setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu lalu.

Serangan tersebut mendorong Iran menghentikan kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz.

Pasokan minyak yang biasanya melewati jalur ini mencapai sekitar 20 persen dari permintaan global setiap hari.

Dengan Selat Hormuz secara efektif tertutup selama tujuh hari, sekitar 140 juta barel minyak, setara 1,4 hari konsumsi global, tidak dapat mencapai pasar.

Konflik tersebut kini meluas ke sejumlah wilayah penghasil energi utama di Timur Tengah, mengganggu produksi dan memaksa penutupan kilang serta fasilitas gas alam cair.

“Setiap hari Selat Hormuz tetap tertutup, harga minyak akan terus naik,” kata Staunovo.

Staunovo melanjutkan, “Pasar sebelumnya percaya Trump mungkin akan menarik diri karena tidak menginginkan harga minyak tinggi. Namun semakin lama itu tidak terjadi, semakin jelas besarnya risiko yang ada.”

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Reuters dalam wawancara pada Kamis bahwa ia tidak khawatir dengan kenaikan harga bensin di AS akibat konflik tersebut.

“Jika harganya naik, ya naik saja,” kata Trump.

Kemungkinan Departemen Keuangan AS mengambil langkah untuk menekan kenaikan biaya energi sempat mendorong harga minyak turun lebih dari 1 persen pada awal perdagangan Jumat.

Departemen Keuangan pada Kamis memberikan keringanan bagi perusahaan untuk membeli minyak Rusia yang terkena sanksi.

Keringanan pertama diberikan kepada kilang di India, yang sejak itu telah membeli jutaan barel minyak mentah Rusia. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cerita Warga Pilih Mudik Lebih Awal dari Terminal Kalideres demi Hindari Macet
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Hasil All England Hari Ini: Empat Wakil Indonesia Kandas di Perempat Final
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Kabar Baik untuk John Herdman, Marselino Kirim Sinyal Comeback ke Timnas Indonesia
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk Imbas Konflik Timur Tengah, Para Diaspora Berpotensi Absen di Ajang FIFA Series
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Hubungi Putra Mahkota Arab Saudi, Erdogan Serukan Jalur Diplomasi Konflik Iran
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.